Jalan Cinta Pulogadung Amblas 5 Bulan, Warga Khawatir Kerusakan Makin Parah
Jalan Cinta Pulogadung Amblas 5 Bulan, Warga Khawatir

Beton Jalan Cinta, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) pecah terbelah akibat tanah amblas. Warga menyebut jalan sudah rusak berbulan-bulan tanpa penanganan yang memadai.

Kerusakan Berawal dari Sedikit, Kini Meluas Hingga 100 Meter

Ketua RT 11 RW 03 Pulo Gadung, Warjono, menjelaskan bahwa awal mula amblas hanya terjadi di sebagian kecil titik. Namun, setiap hari kondisi terus bergeser dan semakin melebar. "Awalnya amblas hanya sedikit, namun setiap hari terus bergeser dan semakin melebar. Jalan ini sudah rusak selama lima bulan, tetapi belum ada penanganan," kata Warjono dilansir Antara, Selasa (7/7/2026).

Kini, amblas jalan telah meluas hingga hampir sepanjang 100 meter. Warga khawatir kerusakan yang semakin parah dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, bahkan menelan korban jiwa apabila tidak segera ditangani.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga Tutup Akses Mobil, Hanya Motor yang Boleh Melintas

Demi menghindari risiko kecelakaan, warga bersama pengurus lingkungan menutup akses jalan tersebut untuk kendaraan roda empat atau mobil. Saat ini, hanya sepeda motor yang masih diperbolehkan melintas dengan sistem bergantian karena lebar jalan yang tersisa hanya sekitar satu meter.

"Ini berdampak pada lingkungan dan warga sekitar baik kendaraan roda empat maupun roda dua, pedagang UMKM, jadi mereka tidak bisa lewat sini, harus berputar karena ini jalan utama yang biasa dilewati setiap hari. Jadi untuk semua pengguna jalan biasanya lewat sini," jelas Warjono.

Jalan yang amblas ini merupakan salah satu jalur alternatif yang setiap hari digunakan masyarakat sebagai akses utama menuju permukiman maupun berbagai aktivitas ekonomi.

Diduga Akibat Pengerukan Kali Pulo Gadung

Warjono menduga kerusakan jalan dipicu oleh pengerukan Kali Pulo Gadung yang dilakukan terlalu dalam. Akibatnya, struktur tanah di bantaran kali menjadi labil dan mengalami longsor secara bertahap hingga menyeret badan jalan. "Awalnya sedikit hanya segini aja, bergeser mungkin makin lama seperti ini," ucap Warjono.

Meski hingga kini belum ada rumah warga yang mengalami pergeseran, sejumlah fasilitas lingkungan mulai terdampak. Beberapa saluran air mengalami retak, badan jalan terus amblas, dan tempat penampungan sampah juga mengalami kerusakan.

Kekhawatiran Warga Terhadap Keselamatan

Menurut Warjono, hingga kini memang belum ada korban akibat kondisi jalan tersebut. Namun, warga semakin khawatir karena bagian jalan yang masih dapat dilalui semakin sempit, sementara kawasan itu merupakan lingkungan padat penduduk yang setiap hari dilalui kendaraan dan anak-anak. "Kami khawatir sewaktu-waktu ada pengendara motor atau anak-anak yang terjatuh ke arah kali jika jalan kembali bergeser," ucap Warjono.

Warjono berharap pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen terhadap Jalan Cinta sebelum kondisi semakin memburuk.

Penanganan Sementara oleh Dinas SDA

Wali Kota Jaktim, Munjirin, mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk penanganan tanah amblas di tepi aliran air tersebut. Petugas Dinas SDA juga sudah melakukan penanganan di lokasi. "Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas SDA, Bu Kadisnya langsung. Nanti mau ditindaklanjuti sama Dinas SDA," kata Munjirin, Senin (6/7).

Dia mengatakan saat ini sedang dilakukan penanganan sementara. Belum diketahui penyebab tanah amblas tersebut, apakah karena tanah bergerak atau abrasi akibat aliran air kali. "Dan untuk sementara penanganan sudah ditangani oleh Sudin SDA Jaktim dengan menggunakan dolken," kata dia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga