Pola Makan Buruk Bikin Cepat Tua, Ini Penjelasan Ahli
Pola Makan Buruk Bikin Cepat Tua, Ini Kata Ahli

Pola makan yang buruk tidak hanya berdampak pada berat badan atau penyakit kronis, tetapi juga bisa mempercepat proses penuaan. Hal ini diungkapkan oleh para ahli gizi yang meneliti hubungan antara asupan makanan dan kesehatan sel.

Hubungan Pola Makan dan Penuaan Dini

Menurut Dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi dari Universitas Indonesia, pola makan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses dapat memicu stres oksidatif dan peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini mempercepat kerusakan sel dan jaringan, yang pada akhirnya membuat seseorang terlihat lebih tua dari usianya.

“Makanan ultra-proses seperti mi instan, keripik, minuman manis, serta daging olahan mengandung zat aditif dan gula tambahan yang memicu inflamasi. Inflamasi kronis adalah salah satu pemicu utama penuaan dini,” jelas Dr. Fiastuti dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mekanisme Penuaan Akibat Makanan

Proses penuaan dini akibat pola makan buruk terjadi melalui beberapa mekanisme. Pertama, konsumsi gula berlebih menyebabkan glikasi, yaitu proses di mana molekul gula menempel pada protein atau lemak sehingga membentuk produk akhir glikasi lanjutan (AGEs). AGEs ini merusak kolagen dan elastin pada kulit, menyebabkan keriput dan kulit kendur.

Kedua, makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh memicu peradangan sistemik. Peradangan ini tidak hanya merusak kulit, tetapi juga organ dalam seperti jantung, ginjal, dan otak. Ketiga, kekurangan antioksidan dari buah dan sayur membuat tubuh rentan terhadap radikal bebas yang merusak DNA sel.

Tips Mencegah Penuaan Dini Lewat Makanan

Untuk memperlambat penuaan, ahli merekomendasikan pola makan kaya antioksidan, serat, dan lemak sehat. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur berwarna-warni seperti beri, brokoli, wortel, dan tomat yang kaya antioksidan.
  • Pilih sumber protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.
  • Gunakan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
  • Batasi gula tambahan maksimal 4 sendok teh per hari (50 gram) sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
  • Hindari makanan ultra-proses dan ganti dengan makanan segar atau minimal diolah.

Pentingnya Hidrasi dan Pola Hidup Seimbang

Selain makanan, asupan air putih yang cukup juga berperan penting menjaga elastisitas kulit. Dr. Fiastuti menambahkan, “Kulit yang terhidrasi dengan baik akan tampak lebih kenyal dan cerah. Minumlah setidaknya 8 gelas air per hari.”

Tak kalah penting, tidur cukup, olahraga teratur, dan manajemen stres juga berkontribusi besar dalam memperlambat penuaan. Pola hidup sehat secara keseluruhan akan memberikan efek sinergis yang optimal bagi kesehatan dan penampilan.

Dengan menerapkan pola makan sehat sejak dini, Anda tidak hanya mencegah penyakit degeneratif tetapi juga menjaga keremajaan kulit dan vitalitas tubuh. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga