Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah berhasil mengungkap sejumlah persoalan kesehatan yang umum diderita siswa. Temuan ini menjadi modal berharga untuk membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud di atas fondasi kesehatan yang kuat. Siswa yang sakit tidak dapat belajar secara optimal.
Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan Siswa
Menurut Qodari, program CKG Sekolah merupakan upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Dengan demikian, potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat dan segera ditangani. “Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa, tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (6/5).
Tiga Persoalan Kesehatan Terbesar pada Siswa
Sepanjang tahun 2025, program CKG Sekolah menemukan tiga persoalan kesehatan terbesar pada siswa. Pertama, masalah kebugaran yang dialami oleh 60,69 persen siswa. Kedua, karies gigi dengan persentase 47,24 persen. Ketiga, anemia yang mencapai 27,49 persen. Hingga awal Mei 2026, sebanyak 4.883.890 siswa dari total 45.596 sekolah telah menjalani skrining.
Temuan Terbaru Tahun 2026
Data terbaru tahun ini menunjukkan tiga masalah kesehatan utama: gigi berlubang (41,5 persen), peningkatan tekanan darah (22,1 persen), dan penumpukan kotoran telinga (8,6 persen). Qodari menjelaskan bahwa melalui program CKG, pemerintah berupaya menjemput bola untuk memastikan seluruh anak mendapatkan pelayanan dasar kesehatan yang sama. “Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis. Data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan,” kata Qodari.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan mencakup lebih banyak siswa, sehingga masalah kesehatan dapat diminimalkan dan generasi muda Indonesia tumbuh menjadi SDM yang unggul.



