Mitos seputar micin atau monosodium glutamat (MSG) yang disebut dapat menurunkan kecerdasan masih dipercaya sebagian masyarakat. Namun, ahli gizi membantah anggapan tersebut dan memberikan penjelasan ilmiah.
Fakta MSG Menurut Ahli Gizi
Menurut Dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, ahli gizi dari Universitas Indonesia, MSG aman dikonsumsi dan tidak memengaruhi fungsi otak atau kecerdasan. MSG adalah garam natrium dari asam glutamat, asam amino yang secara alami terdapat dalam banyak makanan seperti tomat, keju, dan jamur.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan MSG aman dalam batas konsumsi harian yang wajar, yaitu tidak lebih dari 30 mg per kilogram berat badan.
Penjelasan Ilmiah
Asam glutamat dalam MSG berperan sebagai neurotransmitter yang penting untuk fungsi otak. Namun, konsumsi MSG dalam jumlah normal tidak akan menyebabkan kerusakan otak atau penurunan kecerdasan. Mitos yang beredar sering kali tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi sensitif terhadap MSG, seperti sakit kepala atau mual, namun ini tidak terkait dengan kecerdasan. Reaksi tersebut bersifat individual dan jarang terjadi.
Tips Konsumsi MSG
- Gunakan MSG secukupnya sebagai penyedap masakan.
- Perhatikan asupan natrium total dari makanan lain.
- Jika memiliki riwayat sensitivitas, kurangi atau hindari MSG.
Kesimpulannya, MSG tidak membuat bodoh. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama mengonsumsinya dalam batas wajar. Informasi yang benar perlu disosialisasikan agar tidak terjadi kesalahpahaman.



