Mi Instan vs Mi Soun: Mana yang Lebih Sehat? Ini Faktanya
Mi Instan vs Mi Soun: Mana yang Lebih Sehat?

Mi instan dan mi soun kerap menjadi pilihan makanan praktis yang mudah diolah. Meski sekilas tampak mirip, keduanya memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga sering memunculkan pertanyaan, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi?

Kandungan Gizi Mi Instan vs Mi Soun

Mi instan umumnya terbuat dari tepung terigu, minyak, dan garam, serta sering mengandung pengawet dan penyedap rasa. Sementara mi soun (sering disebut juga bihun) terbuat dari pati, seperti pati kacang hijau, singkong, atau kentang, sehingga teksturnya lebih kenyal dan bening.

Dari segi kalori, mi instan biasanya lebih tinggi karena kandungan lemak dari minyak. Mi soun cenderung lebih rendah lemak, tetapi memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Penentu Kesehatan

Menurut pakar gizi, kunci utama bukan pada jenis mi, melainkan pada jumlah konsumsi dan cara penyajian. "Mi instan maupun mi soun sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun, yang paling menentukan justru adalah jumlah yang dikonsumsi serta bagaimana keduanya dipadukan dengan bahan makanan lain," jelas seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia.

Mi instan sering dikritik karena tinggi sodium dan lemak jenuh, sedangkan mi soun jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan gula darah. Keduanya juga rendah serat dan protein jika tidak ditambahkan sayuran atau lauk.

Tips Konsumsi yang Lebih Sehat

Untuk membuat mi instan atau mi soun lebih sehat, disarankan menambahkan protein seperti telur, ayam, atau tahu, serta sayuran seperti wortel, sawi, atau brokoli. Batasi penggunaan bumbu instan dan ganti dengan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, atau kecap rendah sodium.

Porsi juga penting. Konsumsi mi instan atau mi soun sebaiknya tidak lebih dari 2-3 kali per minggu, dan imbangi dengan makanan bergizi lainnya. Dengan demikian, keduanya bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berarti.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga