Berapa Kadar Konsumsi Minuman Manis Saat Berbuka Puasa? Ini Kata Ahli Gizi
Konsumsi Minuman Manis Saat Berbuka Puasa: Saran Ahli

Panduan Konsumsi Minuman Manis Saat Berbuka Puasa Menurut Ahli Gizi

Berbuka puasa sering kali diidentikkan dengan minuman manis seperti es teh, sirup, atau kolak untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, termasuk risiko diabetes dan obesitas. Ahli gizi menekankan pentingnya mengatur kadar konsumsi minuman manis agar manfaat puasa tetap optimal.

Batasan Aman Konsumsi Gula Saat Berbuka

Menurut rekomendasi ahli, batas aman konsumsi gula tambahan per hari adalah sekitar 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Saat berbuka puasa, disarankan untuk tidak melebihi setengah dari batas tersebut, yaitu sekitar 25 gram. Ini setara dengan satu gelas kecil minuman manis yang tidak terlalu pekat. Ahli mengingatkan bahwa banyak minuman tradisional seperti es cendol atau es dawet bisa mengandung gula jauh lebih tinggi, sehingga perlu diperhatikan porsinya.

Tips Memilih Minuman untuk Berbuka:

  • Pilih minuman dengan pemanis alami seperti kurma atau madu dalam jumlah terbatas.
  • Hindari minuman kemasan yang tinggi gula dan pewarna buatan.
  • Perbanyak air putih terlebih dahulu sebelum mengonsumsi minuman manis untuk menghindari dehidrasi.
  • Alternatif sehat seperti infused water dengan potongan buah bisa menjadi pilihan yang menyegarkan.

Dampak Konsumsi Berlebihan dan Solusi Praktis

Konsumsi minuman manis berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti oleh rasa lemas dan lapar kembali. Ahli gizi menyarankan untuk mengombinasikan minuman manis dengan makanan bergizi seperti buah-buahan atau kurma yang kaya serat, sehingga penyerapan gula lebih lambat dan stabil. Selain itu, memperhatikan waktu konsumsi—misalnya, menunda minuman manis setelah makan utama—dapat membantu mengontrol asupan gula.

Dengan mengikuti panduan ini, umat Muslim dapat menikmati berbuka puasa dengan lebih sehat tanpa mengorbankan kenikmatan tradisional minuman manis.