Latar Belakang Pengembangan Model NIAR
Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental di kalangan mahasiswa mendorong lahirnya inovasi baru dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dr. Yuniar, dosen Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, mengembangkan Model NIAR sebagai pendekatan untuk menekan risiko depresi hingga ide bunuh diri pada mahasiswa.
Model tersebut merupakan hasil penelitian doktoral Yuniar yang sekaligus menambah jumlah dosen bergelar doktor di lingkungan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG. Yuniar mengatakan, Model NIAR dikembangkan sebagai respons terhadap persoalan kesehatan mental mahasiswa yang membutuhkan penanganan komprehensif, tidak hanya saat masalah muncul, tetapi juga melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Komponen dan Penerapan Model NIAR
Model NIAR dirancang untuk memberikan intervensi dini dan dukungan berkelanjutan bagi mahasiswa. Pendekatan ini melibatkan identifikasi awal gejala depresi, penyediaan konseling, serta pengembangan keterampilan koping yang sehat. Menurut Yuniar, model ini juga mengintegrasikan peran dosen wali dan teman sebaya dalam sistem pendukung.
"Kami ingin menciptakan lingkungan kampus yang peduli terhadap kesehatan mental, bukan hanya menunggu mahasiswa datang dengan keluhan," ujar Yuniar. Penerapan Model NIAR di UNG diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan adanya Model NIAR, UNG berharap angka depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa dapat menurun signifikan. Yuniar menekankan pentingnya kolaborasi antara fakultas, unit layanan psikologi, dan organisasi mahasiswa dalam mengimplementasikan model ini. Ke depannya, penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk mengukur efektivitas Model NIAR secara kuantitatif dan kualitatif.



