Dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, kembali mengalami suhu udara yang sangat dingin hingga berada di bawah titik beku. Kondisi tersebut menyebabkan embun yang menempel di rumput dan tanaman membeku, sehingga banyak masyarakat menyebutnya sebagai fenomena "Dieng membeku".
Penjelasan BMKG tentang Fenomena Embun Beku
Menanggapi hal tersebut, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo menjelaskan bahwa secara meteorologis fenomena tersebut dikenal sebagai frost atau embun beku. Berbeda dengan salju yang terbentuk sebagai presipitasi di atmosfer, embun beku merupakan lapisan butiran es yang terbentuk di permukaan tanah, rumput, daun, maupun tanaman akibat suhu yang turun hingga di bawah titik beku.
Proses Terjadinya Embun Beku
Embun beku terjadi ketika suhu permukaan benda turun di bawah titik beku air (0 derajat Celsius) dan uap air di udara langsung mengembun menjadi kristal es tanpa melalui fase cair. Fenomena ini umum terjadi di daerah dataran tinggi dengan kelembapan tinggi dan langit cerah pada malam hari, yang memungkinkan radiasi panas bumi terlepas ke atmosfer secara maksimal.
Dampak pada Pertanian dan Aktivitas Warga
Fenomena ini kerap dikhawatirkan petani karena dapat merusak tanaman, terutama sayuran seperti kentang dan bawang putih yang menjadi komoditas utama Dieng. Embun beku dapat menyebabkan jaringan tanaman mati akibat pembekuan air di dalam sel. Namun, bagi wisatawan, pemandangan rumput dan tanaman yang diselimuti kristal es menjadi daya tarik tersendiri.
BMKG mengimbau masyarakat Dieng dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap suhu dingin ekstrem, terutama pada malam hingga pagi hari. Penggunaan pakaian hangat dan perlindungan bagi tanaman dianjurkan untuk mengurangi dampak negatif.



