Hampir Separuh Siswa di Bandung Alami Indikasi Gangguan Kesehatan Mental
Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Kota Bandung pada periode Agustus hingga Oktober 2025 mengungkap temuan yang mengkhawatirkan. Dari total 148.239 peserta didik yang mengikuti skrining, sebanyak 71.433 siswa atau sekitar 48,19 persen tercatat terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Angka ini menunjukkan bahwa hampir separuh dari siswa yang diperiksa memerlukan perhatian khusus terkait kondisi kesehatan jiwa mereka.
Data Skrining Memicu Kekhawatiran Serius
Temuan ini telah memunculkan kekhawatiran serius di kalangan pemerintah daerah dan pihak terkait. Dengan hampir 50 persen siswa terindikasi gangguan mental, situasi ini menandakan adanya tekanan atau masalah yang signifikan di kalangan pelajar di Bandung. Data tersebut menjadi alarm penting untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi isu kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Pemerintah Daerah Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanganan
Berdasarkan hasil CKG ini, pemerintah daerah Kota Bandung kini berkomitmen untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kesehatan mental pelajar secara lebih sistematis. Langkah-langkah yang direncanakan mencakup:
- Peningkatan program konseling dan dukungan psikologis di sekolah-sekolah.
- Pelatihan bagi guru dan staf pendidikan untuk mengenali tanda-tanda gangguan mental pada siswa.
- Kampanye kesadaran tentang pentingnya kesehatan jiwa di kalangan pelajar dan orang tua.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk intervensi yang tepat waktu.
Dengan pendekatan yang terstruktur, diharapkan angka gangguan mental di kalangan siswa dapat ditekan dan kesejahteraan psikologis mereka lebih terjamin di masa depan.