Kebiasaan berolahraga yang semakin populer di kalangan anak muda dapat menjadi penyeimbang gaya hidup minim gerak akibat terlalu lama menggunakan media sosial. Meski demikian, manfaat olahraga terhadap kesehatan otak tidak hanya bergantung pada seberapa berat aktivitas fisik dilakukan. Kelancaran aliran darah dan pasokan oksigen menuju otak juga memegang peranan penting.
Duduk Lama Lebih Berbahaya daripada Scrolling
Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, mengatakan bahwa aktivitas scrolling bukan satu-satunya penyebab menurunnya fungsi otak. Menurut dia, persoalan utamanya justru terletak pada kebiasaan duduk dalam waktu lama saat menggunakan gawai.
"Scrolling itu tidak langsung merusak otak. Yang lebih berbahaya adalah duduk berjam-jam tanpa bergerak. Aliran darah ke otak jadi terhambat, oksigen berkurang, dan fungsi kognitif pun menurun," jelas Zaenal dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.
Olahraga Berat Belum Tentu Efektif
Zaenal menambahkan bahwa olahraga berat sekalipun tidak akan optimal jika kebiasaan duduk lama tidak diubah. "Olahraga itu penting, tapi kalau setelahnya Anda duduk delapan jam, manfaatnya bisa hilang. Yang dibutuhkan adalah gerakan aktif secara teratur sepanjang hari, bukan hanya satu sesi latihan," ujarnya.
Penelitian menunjukkan bahwa duduk lama dapat menurunkan aliran darah ke otak hingga 10-15 persen dalam waktu satu jam. Hal ini berpotensi mengganggu konsentrasi, memori, dan kemampuan berpikir jernih.
Tips Menjaga Kesehatan Otak
Untuk menjaga kesehatan otak, Zaenal merekomendasikan beberapa langkah sederhana. Pertama, biasakan berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit saat bekerja atau bermain gawai. Kedua, lakukan peregangan ringan untuk melancarkan sirkulasi darah. Ketiga, pastikan asupan air putih cukup agar darah tetap encer dan oksigen mudah diangkut ke otak.
"Kuncinya adalah konsistensi. Jangan hanya mengandalkan olahraga di akhir pekan. Gerakan kecil setiap hari itu lebih bermakna," pungkas Zaenal.



