Risiko Kesehatan di Balik Tren Thrifting Pakaian Bekas
Risiko Kesehatan di Balik Tren Thrifting Pakaian Bekas

KOMPAS.com — Tren berburu pakaian bekas layak pakai atau thrifting semakin digandrungi di Indonesia. Selain menawarkan pakaian bermerek dengan harga murah, praktik ini juga dianggap sebagai langkah nyata mendukung fesyen ramah lingkungan (eco-friendly fashion). Namun, di balik kesenangannya, pakaian bekas menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Sebelum mengenakannya, kamu wajib mencuci baju-baju tersebut dengan benar karena kita tidak pernah tahu riwayat kesehatan kulit dari pemilik sebelumnya.

Mengapa Thrifting Populer?

Thrifting menjadi tren karena memungkinkan konsumen mendapatkan pakaian branded dengan harga terjangkau. Selain itu, membeli pakaian bekas mengurangi limbah tekstil dan mendukung konsep fesyen berkelanjutan. Banyak anak muda Indonesia yang mulai beralih ke thrifting sebagai gaya hidup ramah lingkungan.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Meski menarik, pakaian bekas bisa menjadi media penularan penyakit kulit seperti jamur, kudis, atau bakteri. Menurut dr. Rizky, seorang dermatologis, "Pakaian bekas bisa mengandung kuman atau alergen dari pemilik sebelumnya. Jika tidak dicuci dengan benar, risiko iritasi atau infeksi kulit meningkat." Oleh karena itu, kebersihan menjadi faktor krusial sebelum menggunakan pakaian thrift.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Cara Aman Menikmati Thrifting

Untuk meminimalkan risiko, cuci pakaian bekas dengan air panas dan deterjen antibakteri. Jemur di bawah sinar matahari langsung atau setrika dengan suhu tinggi untuk membunuh kuman. Jika memungkinkan, rendam dalam larutan antiseptik selama beberapa menit sebelum dicuci. Langkah sederhana ini dapat melindungi kesehatan kulit Anda.

Thrifting tetap menjadi pilihan cerdas selama Anda menerapkan protokol kebersihan yang tepat. Dengan begitu, Anda bisa tampil gaya tanpa mengorbankan kesehatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga