Surabaya Perkuat Kebijakan Wujudkan Kota Layak Anak dan Ramah Keluarga
Surabaya Perkuat Kebijakan Kota Layak Anak

Pemerintah Kota Surabaya berhasil membangun ekosistem ramah anak melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan keluarga, hingga pemberian ruang partisipasi bagi anak. Hal ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Puncak Hari Anak Nasional ke-42 di Surabaya

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Surabaya yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan Anak Surabaya Hebat' di Balai Pemuda Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Rangkaian peringatan HAN 2026 berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, dengan berbagai kegiatan seperti Festival Sayang Anak, penandatanganan kerja sama penguatan pengembangan anak usia dini melalui Gerakan 'Act for Early Years', peluncuran manifesto dan kampanye nasional, serta Kelas Inspirasi. Lebih dari 5.000 anak memadati kawasan Balai Pemuda Surabaya untuk mengikuti kegiatan edukatif dan kreatif, termasuk senam, finger painting, kolase, menghias bekal sehat, mendongeng, pameran karya, dan dialog anak bersama pemerintah dan kementerian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi Pusat atas Konsistensi Surabaya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyatakan bahwa kehadirannya di Surabaya merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat atas konsistensi Kota Pahlawan yang selama tujuh tahun berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak kategori Utama. Menurutnya, capaian tersebut membuat Surabaya semakin dekat menuju predikat Kota Layak Anak Paripurna. "Apresiasi ini kami berikan karena Pak Wali Kota mampu mengorkestrasi seluruh kekuatan yang dimiliki, mulai perangkat daerah (PD), organisasi masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama memenuhi dan melindungi hak anak," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Surabaya tidak terlepas dari kolaborasi yang melahirkan berbagai ruang aman dan nyaman bagi anak serta perempuan. Penguatan keluarga juga terus dilakukan melalui berbagai program pengasuhan yang disesuaikan dengan tahapan usia anak.

Dukungan Menteri Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, juga memberikan apresiasi serupa. Ia menilai peringatan Hari Anak Nasional di Surabaya mampu menghadirkan ruang komunikasi yang hangat antara anak, orang tua, dan para pemimpin.

Komitmen Wali Kota Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pembangunan anak menjadi bagian penting dari transformasi Surabaya menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya terus memperkuat berbagai kebijakan yang berpihak kepada anak, mulai dari penguatan keluarga, perlindungan hukum, hingga perluasan ruang partisipasi anak.

"Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak untuk memperoleh haknya karena merekalah yang kelak akan menjadi pemimpin kota ini. Peran orang tua tidak akan pernah bisa digantikan oleh gadget ataupun apa pun. Kasih sayang orang tua sangat menentukan masa depan anak," tuturnya.

Program Unggulan: Sekolah Orang Tua Hebat

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program terintegrasi, salah satunya Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Program ini berkembang pesat dari satu kelas pada tahun 2022 menjadi 990 kelas pada tahun 2025 dan telah memberikan edukasi pengasuhan kepada sekitar 27.000 orang tua balita.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat perlindungan anak melalui program perwalian, edukasi pembatasan penggunaan gawai, serta kerja sama dengan Pengadilan Agama dalam mendukung pemenuhan hak anak.

Gerakan Act for Early Years

Pada momentum HAN 2026, Pemkot Surabaya bersama Koalisi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) menandatangani kesepakatan bersama terkait penguatan investasi dan kebijakan pengembangan anak usia dini melalui Gerakan "Act for Early Years".

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Surabaya terus memperkuat ekosistem yang mendukung anak untuk tumbuh, belajar, berkreasi, dan menyampaikan aspirasinya. Komitmen ini menjadi bagian dari langkah Surabaya dalam menghadirkan kota yang ramah anak sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berdaya saing.