Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan bahwa orangtua sebaiknya tidak terlalu sering mengatakan 'tidak punya uang' saat menolak keinginan anak. Unggahan tersebut, yang diunggah oleh akun @the********** pada Selasa (28/7/2026), menjelaskan bahwa perkataan tersebut dapat memengaruhi pola pikir finansial sang anak di masa depan.
Dampak Ucapan 'Tidak Punya Uang' pada Anak
Menurut unggahan tersebut, anak tidak dilahirkan dengan pola pikir finansial yang sehat. Mereka membangunnya dari cara orang tuanya berbicara setiap hari. Jika orangtua sering mengatakan 'tidak punya uang', anak bisa menyerap rasa cemas dan keterbatasan, bukan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak. Unggahan itu juga menekankan bahwa banyak orangtua ingin anaknya sukses secara finansial, tetapi sedikit yang sadar bahwa semuanya dimulai dari percakapan sederhana di rumah.
Cara Alternatif Menjelaskan Kondisi Keuangan
Ada kalanya, karena kondisi keuangan, orangtua tidak dapat memenuhi keinginan sang anak. Maka dari itu, orangtua perlu menjelaskan atau memberi pengertian kepada anak mengenai kondisi finansial mereka agar anak mengerti. Alih-alih sekadar mengatakan 'tidak punya uang', orangtua bisa memberikan penjelasan yang lebih mendidik, seperti mengajarkan prioritas pengeluaran atau menabung untuk tujuan tertentu. Pendekatan ini membantu anak membangun pola pikir finansial yang lebih positif dan realistis.
Pentingnya Komunikasi Finansial Sejak Dini
Pakar parenting menyarankan agar orangtua menggunakan bahasa yang memberdayakan saat membahas uang dengan anak. Misalnya, dengan mengatakan 'Kita belum punya anggaran untuk itu sekarang, tapi kita bisa merencanakannya bersama' daripada langsung mengatakan 'tidak punya uang'. Hal ini mengajarkan anak tentang perencanaan dan tanggung jawab, bukan sekadar keterbatasan. Komunikasi yang tepat juga dapat mengurangi kecemasan anak terhadap kondisi finansial keluarga dan membangun kepercayaan.



