Pengawas SPPG Menangis Keluhkan Fasilitas, Wakil Kepala BGN Beri Sanksi Tegas
Pengawas SPPG Menangis, Waka BGN Beri Sanksi Mitra

Pengawas SPPG Menangis Keluhkan Fasilitas, Wakil Kepala BGN Beri Sanksi Tegas

Diterbitkan: 12 Februari 2026, 22:20 WIB

Dalam forum evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), keluhan pilu dari para pengawas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencuat. Mereka mengungkapkan ketiadaan ruang istirahat yang layak serta fasilitas pendukung lainnya di tempat kerja.

Tangisan Pengawas SPPG di Depan Pejabat

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menjadi saksi langsung ketika Nia Hastusti, seorang pengawas keuangan SPPG Trenggalek Pogalan, menangis di hadapannya. Momen haru ini terjadi dalam acara Koordinasi dan Evaluasi Program MBG yang melibatkan pengawas gizi, pengawas keuangan, dan juru masak dari Kabupaten Pacitan, Trenggalek, dan Ponorogo di Madiun.

Nia mengeluhkan bahwa tidak ada ruang istirahat bagi kepala SPPG, pengawas keuangan, dan terutama pengawas gizi di dapur SPPG tersebut. "Kami merasa kasihan sekali kepada Pengawas Gizi kami, karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur karena tidak ada ruang istirahat. Padahal setiap hari dia tidak tidur semalaman karena mengawasi proses masak," ujarnya dengan suara terisak.

Keluhan Berulang dan Penolakan Mitra

Nia mengaku telah berkali-kali mengingatkan mitra, yaitu yayasan yang mengelola dapur SPPG, untuk menyediakan ruang istirahat. Namun, permintaan itu selalu ditolak dengan alasan keterbatasan dana. "Sudah beberapa kali saya mengingatkan, tapi tidak juga dilakukan dengan alasan tidak ada dana," cerita Nia. Selain ruang istirahat, peralatan dapur yang rusak seperti AC juga tidak kunjung diperbaiki.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Dewi Nur, seorang pengawas gizi Kota Madiun. Ia menangis sambil bercerita bahwa karena tidak ada fasilitas istirahat yang memadai, ia harus pulang ke kos yang berjarak jauh, dan bahkan mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang pada Jumat dini hari lalu.

Respon Tegas Wakil Kepala BGN

Mendengar pengaduan tersebut, Nanik langsung mengambil tindakan tegas. Ia memerintahkan Mahda Pradewa, Koordinator Regional SPPG Jawa Timur, untuk mencatat semua mitra SPPG yang enggan menyiapkan tempat istirahat dan memberikan peralatan bekas untuk dapur MBG.

"Bilang sama pemilik, Ibu Waka sudah marah benar malam ini. Saya tutup atau segera membuat kamar," ungkap Nanik dengan nada tegas. Sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG, ia menegaskan bahwa mitra wajib menyiapkan ruang istirahat yang layak serta peralatan baru yang berfungsi baik.

Nanik juga mengingatkan bahwa mitra telah menerima dana sebesar 6 juta rupiah per hari, sehingga tidak boleh berleha-leha. "Mitra sudah menerima 6 juta rupiah tiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab," tegasnya. Sanksi suspend akan diberikan kepada mitra yang tidak mematuhi kewajiban ini, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian mereka.

Dampak dan Implikasi Kebijakan

Insiden ini menyoroti tantangan dalam implementasi Program MBG, di mana fasilitas pendukung sering kali diabaikan. Respons cepat dari Wakil Kepala BGN diharapkan dapat memperbaiki kondisi kerja para pengawas SPPG dan memastikan keberlanjutan program gizi nasional ini. Dengan sanksi yang jelas, diharapkan mitra akan lebih serius dalam memenuhi kewajiban mereka, sehingga kesejahteraan para pengelola SPPG dapat terjamin.