Fakta Mengejutkan: Mengapa Berat Badan Malah Naik Saat Puasa?
Selama bulan puasa, banyak orang berharap dapat menurunkan berat badan secara alami karena durasi makan yang terpangkas dari fajar hingga matahari terbenam. Logikanya, dengan tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari setengah hari, tubuh diharapkan membakar cadangan lemak dan berat badan pun menyusut dengan sendirinya.
Fenomena Kenaikan Berat Badan yang Tak Terduga
Namun, kenyataannya tak selalu sesuai harapan. Banyak individu justru mengalami fenomena sebaliknya, di mana alih-alih jarum timbangan bergerak ke kiri (menunjukkan penurunan), berat badan malah bertambah atau membengkak selama periode puasa. Hal ini seringkali menimbulkan kebingungan dan pertanyaan tentang efektivitas puasa sebagai metode penurunan berat badan.
Penjelasan Ahli Gizi dari IPB
Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ali Khomsan, memberikan pencerahan mengenai hal ini. Menurutnya, puasa pada umumnya memang memiliki potensi untuk membuat berat badan turun, tetapi ada faktor-faktor tertentu yang dapat membalikkan efek tersebut.
"Puasa seharusnya mengurangi asupan kalori harian, yang pada prinsipnya dapat menurunkan berat badan. Namun, pola makan saat berbuka dan sahur yang tidak terkontrol justru bisa menyebabkan kenaikan," jelas Prof. Khomsan.
Faktor Penyebab Kenaikan Berat Badan Selama Puasa
Beberapa alasan mengapa berat badan bisa naik selama puasa meliputi:
- Konsumsi makanan tinggi kalori saat berbuka: Banyak orang cenderung 'balas dendam' dengan menyantap hidangan berlemak dan manis secara berlebihan.
- Kurangnya aktivitas fisik: Rasa lemas sering dijadikan alasan untuk mengurangi gerak, sehingga pembakaran kalori menurun.
- Porsi makan yang tidak seimbang: Sahur dan berbuka dengan porsi besar tanpa memperhatikan nutrisi dapat meningkatkan asupan kalori.
- Kebiasaan ngemil di malam hari: Setelah berbuka, beberapa orang terus mengonsumsi camilan hingga waktu tidur.
Tips Agar Puasa Efektif Menurunkan Berat Badan
Prof. Ali Khomsan menekankan pentingnya mengatur pola makan dengan bijak selama puasa. Beberapa saran yang dapat diterapkan antara lain:
- Pilih makanan bergizi seimbang saat berbuka dan sahur, dengan memperbanyak serat dari sayur dan buah.
- Hindari makanan yang digoreng dan minuman manis berlebihan.
- Tetap lakukan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki setelah berbuka.
- Kontrol porsi makan dan hindari kebiasaan ngemil di malam hari.
Dengan memahami faktor-faktor ini, puasa dapat menjadi momentum yang sehat untuk mengelola berat badan, bukan justru menjadi penyebab kenaikan yang tidak diinginkan. Kesadaran akan pola makan dan gaya hidup tetap kunci utama dalam mencapai tujuan kesehatan selama bulan suci.
