Kesalahan Umum Saat Sahur yang Sering Dilakukan Banyak Orang
Saat memasuki bulan Ramadan, kebiasaan makan yang asal-asalan atau bahkan melewatkan sahur sering kali menjadi pilihan bagi sebagian orang. Banyak alasan yang melatarbelakangi hal ini, mulai dari belum merasa lapar, bangun kesiangan, hingga rasa kantuk yang sulit ditahan. Padahal, sahur merupakan waktu makan penting yang dapat memengaruhi stamina selama berpuasa seharian.
Peringatan dari Ahli Gizi Klinik
Menurut dr. Dimas Erlangga Luftimas, Sp.GK, M.Kes, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik, kebiasaan-kebiasaan ini termasuk dalam kesalahan paling umum yang dilakukan saat sahur. Dalam penjelasannya kepada media pada Minggu, 22 Februari 2026, ia menyoroti beberapa poin kritis.
"Kesalahan yang sering dilakukan adalah melewatkan sahur, makan sahur terlalu sedikit, hanya mengonsumsi karbohidrat seperti nasi dan sayur saja, atau langsung tidur setelah sahur," jelas Dimas. Ia menekankan bahwa pola makan seperti ini dapat berdampak negatif pada kesehatan dan energi selama berpuasa.
Dampak dari Kebiasaan Sahur yang Keliru
Berikut adalah beberapa konsekuensi yang mungkin timbul akibat kesalahan dalam sahur:
- Melewatkan sahur dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi esensial, sehingga mudah lemas dan sulit berkonsentrasi di siang hari.
- Makan sahur terlalu sedikit tidak memberikan energi yang cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari, berpotensi memicu dehidrasi atau pusing.
- Hanya mengandalkan karbohidrat dan sayur tanpa protein atau lemak sehat dapat membuat rasa kenyang tidak bertahan lama, meningkatkan risiko lapar lebih cepat.
- Langsung tidur setelah sahur dapat mengganggu proses pencernaan, menyebabkan masalah seperti refluks asam atau gangguan tidur.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan gizi yang seimbang saat sahur, termasuk kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan yang cukup. Dengan demikian, puasa dapat dijalani dengan lebih sehat dan produktif.