Waspada, Ini Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tak Disadari
Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Tak Disadari

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai "penyakit diam-diam" atau silent disease karena kerap tidak menimbulkan gejala di awal. Padahal, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga serangan jantung. Meski begitu, tubuh sebenarnya dapat memberi sejumlah tanda ketika kadar kolesterol sudah terlalu tinggi, terutama jika kondisi tersebut berlangsung lama tanpa penanganan.

Tanda-tanda Kolesterol Tinggi

Dokter spesialis jantung preventif di Heart Health Prevention and Wellness, Tracy Paeschke, menjelaskan bahwa kolesterol merupakan zat lemak yang mengalir di dalam darah. Ketika kadarnya berlebihan, kolesterol dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak. Plak ini dapat mempersempit atau bahkan menyumbat aliran darah, yang kemudian menimbulkan berbagai gejala.

Nyeri Dada atau Angina

Salah satu tanda umum adalah nyeri dada atau angina. Rasa nyeri atau tidak nyaman ini muncul karena jantung tidak mendapatkan cukup oksigen akibat penyempitan arteri koroner. Nyeri bisa terasa seperti tekanan, sesak, atau rasa terbakar di dada, dan sering terjadi saat beraktivitas fisik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesemutan atau Mati Rasa

Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena penumpukan plak mengganggu sirkulasi darah ke ekstremitas. Akibatnya, anggota tubuh terasa kebas, dingin, atau seperti ditusuk-tusuk jarum.

Pegal di Tengkuk dan Pundak

Pegal atau kaku di area tengkuk dan pundak juga bisa menjadi indikasi. Ketika aliran darah ke otot-otot leher dan bahu terhambat, otot menjadi tegang dan menimbulkan rasa pegal yang tak kunjung hilang.

Xanthelasma

Xanthelasma adalah timbunan kolesterol di bawah kulit yang tampak sebagai bercak kuning, biasanya di sekitar kelopak mata. Ini merupakan tanda visual yang cukup jelas bahwa kadar kolesterol dalam darah sudah tinggi.

Kram Kaki

Kram kaki saat berjalan atau beraktivitas bisa menandakan penyakit arteri perifer akibat kolesterol. Kram ini biasanya mereda setelah istirahat, namun kembali muncul saat bergerak.

Pencegahan dan Pengelolaan

Untuk mencegah komplikasi, penting untuk memeriksakan kadar kolesterol secara rutin. Gaya hidup sehat seperti pola makan rendah lemak jenuh, olahraga teratur, dan tidak merokok sangat dianjurkan. Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol seperti statin.

Dengan mengenali tanda-tanda awal kolesterol tinggi, Anda dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga