Mengunyah makanan lebih lama selama ini dikenal baik untuk membantu pencernaan. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan manfaat mengunyah ternyata jauh lebih luas, mulai dari meningkatkan fungsi otak, membantu mengurangi stres, hingga diduga berkaitan dengan penurunan risiko demensia dan Alzheimer.
Manfaat Mengunyah untuk Otak
Para peneliti bahkan menyebut aktivitas mengunyah bekerja layaknya “pompa tersembunyi” yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Profesor kesehatan gigi dari Karolinska Institutet Swedia, Mats Trulsson, mengatakan teori tersebut kini semakin banyak diteliti ilmuwan.
Hubungan Mengunyah dengan Fungsi Kognitif
Beberapa studi menunjukkan bahwa mengunyah dapat merangsang area otak yang terkait dengan memori dan konsentrasi. Hal ini diduga karena peningkatan aliran darah dan oksigen ke otak selama proses mengunyah.
Mengunyah untuk Mengurangi Stres
Aktivitas mengunyah juga diketahui dapat menurunkan kadar hormon kortisol, sehingga membantu mengurangi stres. Efek relaksasi ini mirip dengan efek mengunyah permen karet yang sering digunakan untuk meredakan ketegangan.
Potensi Mengunyah dalam Mencegah Demensia
Penelitian lebih lanjut mengaitkan kebiasaan mengunyah dengan penurunan risiko demensia dan Alzheimer. Meskipun belum sepenuhnya terbukti, para ilmuwan optimis bahwa stimulasi oral secara teratur dapat menjaga kesehatan otak jangka panjang.
Dengan demikian, mengunyah makanan lebih lama tidak hanya bermanfaat bagi pencernaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi fungsi otak dan kesehatan mental. Mulailah membiasakan mengunyah dengan perlahan untuk merasakan manfaatnya secara optimal.



