KOMPAS.com - Seseorang mungkin tidak menyangka bahwa golongan darahnya dapat berkaitan dengan faktor risiko stroke. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa golongan darah berpengaruh terhadap penyakit yang dimiliki seseorang. Penelitian dari jurnal Neurology tahun 2022 menemukan adanya hubungan antara golongan darah dengan risiko stroke.
Apa Itu Stroke?
Stroke adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu atau terhenti sehingga sel-sel otak tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi. Akibatnya, sel otak bisa mulai rusak atau mati dalam hitungan menit. Stroke menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia.
Golongan Darah dengan Risiko Stroke Tertinggi
Penelitian menunjukkan bahwa golongan darah A memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan golongan darah lainnya. Studi tersebut melibatkan ribuan partisipan dan menemukan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan mengalami stroke iskemik, yaitu stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Sementara itu, golongan darah O justru memiliki risiko stroke lebih rendah.
Mekanisme di Balik Hubungan Golongan Darah dan Stroke
Para peneliti menduga bahwa perbedaan golongan darah memengaruhi faktor pembekuan darah dan fungsi pembuluh darah. Golongan darah A cenderung memiliki kadar faktor von Willebrand yang lebih tinggi, yaitu protein yang berperan dalam pembekuan darah. Kadar yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah yang memicu stroke.
Faktor Risiko Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain golongan darah, ada faktor risiko lain yang lebih dominan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, dan obesitas. Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, mengendalikan faktor risiko lainnya dapat menurunkan kemungkinan terkena stroke secara signifikan.
Langkah Pencegahan Stroke
- Menerapkan pola makan sehat dengan mengurangi garam dan lemak jenuh.
- Berolahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari.
- Menjaga berat badan ideal.
- Tidak merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Dengan mengetahui hubungan antara golongan darah dan risiko stroke, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan yang tepat. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.



