Dokter Ingatkan Batas Konsumsi Daging Kurban bagi Penderita Hipertensi dan Kolesterol
Batas Aman Konsumsi Daging Kurban bagi Penderita Hipertensi

Perayaan Idul Adha identik dengan mengonsumsi daging kurban, baik sapi maupun kambing. Namun, dokter spesialis penyakit dalam mengingatkan agar konsumsi daging merah ini tidak berlebihan, terutama bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, dan stroke.

Peringatan Dokter Spesialis

Hal itu disampaikan oleh Founder dan Chairman dari JDN Indonesia sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD(K). "Terkait konsumsi daging kurban, sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah porsi dan cara pengolahannya," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Menurut dr. Andi, konsumsi daging merah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membatasi porsi daging yang dikonsumsi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Cara Pengolahan yang Sehat

Selain porsi, cara pengolahan daging juga sangat berpengaruh. Dr. Andi merekomendasikan untuk menghindari pengolahan dengan cara digoreng atau menggunakan banyak santan. Sebagai gantinya, daging bisa diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak sehat.

Ia juga menambahkan bahwa penting untuk mengimbangi konsumsi daging dengan sayuran dan buah-buahan yang kaya serat. Serat dapat membantu mengikat lemak dan kolesterol dalam tubuh, sehingga mengurangi dampak negatif dari konsumsi daging merah.

Tips Konsumsi Daging Kurban yang Aman

  • Batasi porsi daging sekitar 50-100 gram per hari.
  • Pilih bagian daging yang tidak berlemak.
  • Hindari mengolah daging dengan cara digoreng atau bersantan kental.
  • Konsumsi bersama sayuran dan buah-buahan.
  • Perbanyak minum air putih.

Dengan memperhatikan porsi dan cara pengolahan, umat Muslim tetap dapat menikmati daging kurban tanpa khawatir akan dampak buruk bagi kesehatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga