Pada Hari Raya Idul Adha, umat Muslim biasanya menerima daging kurban seperti sapi dan kambing dalam jumlah melimpah. Melimpahnya daging merah ini seringkali menggoda untuk dikonsumsi dalam berbagai olahan masakan lezat. Namun, Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Ali Khomsan, mengingatkan pentingnya mengonsumsi daging dalam batas wajar.
Batas Aman Konsumsi Daging
Batas aman ini diberlakukan untuk mengantisipasi timbulnya risiko kesehatan seperti darah tinggi atau kolesterol yang terlalu tinggi. Menurut Prof. Ali Khomsan, konsumsi daging merah yang berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Rekomendasi Pakar
Dilansir dari Antara pada Rabu (27/5/2026), berikut adalah batas aman konsumsi daging yang disarankan untuk menghindari hipertensi:
- Konsumsi daging merah tidak lebih dari 70 gram per hari atau setara dengan sekitar 2-3 potong sedang.
- Batasi frekuensi konsumsi daging merah maksimal 3-4 kali dalam seminggu.
- Seimbangkan dengan konsumsi sayur dan buah yang kaya serat untuk membantu mengikat lemak dan kolesterol.
- Pilih metode memasak yang sehat seperti direbus, dikukus, atau dipanggang, hindari menggoreng dengan minyak banyak.
Dampak Konsumsi Berlebihan
Konsumsi daging merah secara berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko hipertensi, tetapi juga dapat menyebabkan obesitas, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Oleh karena itu, penting untuk tetap bijak dalam menikmati daging kurban saat Idul Adha.
Dengan mengikuti batas aman yang disarankan, Anda tetap dapat menikmati hidangan lebaran tanpa khawatir akan risiko kesehatan. Selamat merayakan Idul Adha!



