200 Siswa di Surabaya Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Tarik Makanan
200 Siswa Surabaya Keracunan MBG, SPPG Tarik Makanan

Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya mengalami keracunan massal setelah menyantap menu daging pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada Senin, 11 Mei 2026. Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung mengambil langkah cepat dengan menarik seluruh menu makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Beri Keterangan

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, Tyas Pranadani, menduga bahwa keracunan tersebut berasal dari menu olahan daging. Ia menyatakan bahwa koordinasi dengan SPPG telah dilakukan untuk menarik makanan yang belum dikonsumsi. "SPPG tadi itu menarik semua makanan ya. Jadi makanan-makanan yang belum dikonsumsi semua ditarik, ditarik semua," ujarnya kepada wartawan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.

Komitmen SPPG Tanggung Biaya Pengobatan

Tyas menambahkan bahwa pihak SPPG berjanji akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk membiayai seluruh penanganan medis bagi siswa yang keracunan. Sampel menu MBG juga telah dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. "Kemudian MBG pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan dari siswa. Kemudian juga tentu akan kami lakukan investigasi ya terkait makanan ini melalui BBLK," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gejala yang Dialami Siswa

Ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan Tembok Dukuh mengeluhkan gejala seperti pusing dan mual setelah menyantap MBG. Akibatnya, mereka harus dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kondisi serius yang mengancam jiwa.

Langkah Investigasi dan Pencegahan

Pihak terkait terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti keracunan. SPPG berkomitmen untuk mengevaluasi proses penyediaan makanan agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, para siswa yang masih dalam perawatan terus dipantau kondisinya oleh tim medis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga