Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah merupakan prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.
Prioritas Gizi Anak untuk Pembangunan SDM
Benyamin menjelaskan bahwa kualitas daya saing daerah tidak hanya ditopang oleh fasilitas pendidikan yang memadai, tetapi juga harus beriringan dengan kecukupan nutrisi anak sejak usia dini. Program pangan gratis ini menjadi instrumen penting untuk memastikan peserta didik mendapatkan asupan yang layak selama menuntut ilmu.
"Kebutuhan gizi anak menjadi prioritas pembangunan SDM. Anak-anak yang sehat akan lebih siap belajar, lebih produktif, dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi generasi unggul di masa depan," ujar Benyamin di Tangerang Selatan, Selasa (9/6/2026).
Koordinasi dan Pemantauan Ketat
Untuk memaksimalkan pelaksanaan di lapangan, Pemkot Tangerang Selatan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, pihak sekolah, dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diambil agar program strategis nasional tersebut berjalan optimal dan tepat sasaran.
Benyamin menambahkan bahwa esensi utama program ini memiliki dimensi luas. Pemerintah daerah tidak melihatnya sekadar pemenuhan pangan harian jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. "Program ini bukan sekadar memberikan makanan. Yang lebih penting adalah memastikan mereka memperoleh asupan gizi yang baik untuk mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, dan perkembangan fisik maupun mental," tuturnya.
Pemantauan Berkala dan Ketat
Dalam praktiknya, Pemkot Tangsel menurunkan tim untuk melakukan pemantauan berkala secara ketat. Pengawasan mencakup higienitas dapur, standarisasi menu yang disajikan, ketepatan rantai distribusi, hingga jaminan keamanan pangan agar terhindar dari risiko kontaminasi zat berbahaya. Sektor kesehatan dan pendidikan yang berkelanjutan diyakini menjadi modal utama kelulusan siswa Tangsel dalam berkompetisi secara global.
"Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik, mereka dapat belajar dengan lebih optimal. Pada akhirnya, hal itu akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah di masa mendatang," jelasnya.
Tanggung Jawab Bersama
Mengakhiri keterangannya, Benyamin mengapresiasi sinergitas tenaga pendidik hingga para orang tua siswa. Ia mengingatkan bahwa mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan konsistensi kerja sama. "Pembangunan SDM merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, kita ingin memastikan anak-anak di Kota Tangerang Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan meraih masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.



