Dampak Wabah Ebola pada Piala Dunia 2026 dan Tim Kongo
Dampak Wabah Ebola pada Piala Dunia 2026

Wabah Ebola Mengguncang Persiapan Piala Dunia 2026

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, khususnya virus Bundibugyo, telah menimbulkan kekhawatiran global. Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 6 Juni 2026 mencatat 515 kasus terkonfirmasi di Kongo dan 19 kasus di Uganda, dengan total 91 kematian di Kongo dan setidaknya dua kematian di Uganda.

Isabel Brosius, spesialis penyakit menular dari Institute of Tropical Medicine di Antwerp, Belgia, yang saat ini berada di Kongo, mengungkapkan bahwa wabah ini memperburuk situasi negara yang sudah dilanda konflik di perbatasan timur dan ancaman kesehatan masyarakat lainnya. “Ebola bisa menjadi penyakit yang sangat menakutkan, terutama pada populasi dengan literasi kesehatan rendah. Ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan penyebaran hoaks semakin memperparah rasa tidak aman,” katanya kepada DW.

Dampak Langsung pada Timnas Kongo

Kongo berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun pada April lalu. Namun, persiapan mereka untuk laga pembuka melawan Portugal pada 17 Juni terganggu oleh wabah ini. Amerika Serikat, sebagai tuan rumah Piala Dunia dan basis tim Kongo, mewajibkan karantina 21 hari bagi warga non-AS yang pernah berada di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Akibatnya, lokasi pemusatan latihan yang semula direncanakan di Kinshasa terpaksa dipindahkan ke Belgia, meskipun wabah Ebola hanya terbatas di Provinsi Ituri, ribuan kilometer dari ibu kota. Di Belgia, tim berlatih dalam “gelembung” ala pandemi COVID-19. Seluruh pemain Kongo bermain di klub luar negeri dan tidak ada yang baru mengunjungi Kongo.

Laga uji coba melawan Chile yang awalnya dijadwalkan di Spanyol, kini digelar tertutup di Orleans, Prancis, setelah otoritas Spanyol membatalkannya karena alasan kesehatan masyarakat. Pelatih Kongo, Sebastien Desabre, menegaskan, “Kami terbiasa beradaptasi. Apa pun yang terjadi, kami tidak akan kesulitan menyesuaikan diri.”

Risiko Penyebaran Ebola Selama Piala Dunia

Menurut Brosius, risiko penyebaran Ebola selama turnamen hampir tidak ada. “Ebola tidak menular melalui droplet, hanya melalui kontak erat dengan orang sakit atau meninggal, atau lingkungan terkontaminasi. Penyebaran internasional sangat kecil kemungkinannya,” jelasnya. Ia menambahkan, risiko bagi suporter dan pemain yang datang ke negara tuan rumah mendekati nol.

Kebijakan Berbeda dari Negara Tuan Rumah

AS, Kanada, dan Meksiko mengeluarkan pernyataan bersama tentang langkah kesehatan masyarakat, namun kebijakan mereka berbeda. AS menerapkan karantina 21 hari, Kanada melarang sementara penduduk dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk selama 90 hari, sementara Meksiko memberlakukan skrining ketat di bandara dan karantina 21 hari.

Suporter Kongo Terdampak

FIFA menyatakan memantau situasi, namun pembatasan karantina mengurangi jumlah suporter yang bisa hadir. Presiden Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFA), Veron Mosengo-Omba, meminta FIFA mengembalikan dana tiket bagi suporter yang terdampak. “Harga tiket mahal, mereka dirugikan karena tidak bisa masuk AS untuk mendukung tim. Kami tidak ingin pendukung kehilangan segalanya,” katanya kepada BBC. FIFA berjanji menyelidiki masalah ini pada waktunya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga