Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengidentifikasi bakteri asam laktat probiotik yang berasal dari madu dan bee pollen. Bakteri ini memiliki potensi sebagai antikanker, serta mampu berfungsi sebagai antibakteri, antibiofilm, antioksidan, dan pengendali kadar gula darah.
Temuan Penelitian
Dilansir dari situs resmi BRIN pada Rabu (10/6/2026), temuan ini membuka peluang pengembangan pangan fungsional dan nutribiotik dari keanekaragaman hayati Indonesia. Penelitian yang dilakukan BRIN dan UGM ini memanfaatkan madu dan bee pollen dari tujuh spesies lebah tanpa sengat yang berasal dari Yogyakarta dan Sumbawa.
Potensi Kesehatan
Bakteri asam laktat probiotik ini tidak hanya berpotensi sebagai antikanker, tetapi juga memiliki sifat antibakteri yang dapat melawan infeksi, antibiofilm untuk mencegah pembentukan biofilm bakteri, serta antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Selain itu, senyawa ini juga dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes.
Langkah Selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat mendorong pengembangan produk pangan fungsional berbasis probiotik dari sumber daya lokal Indonesia. Ke depannya, tim peneliti akan melakukan uji lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas bakteri ini sebelum diaplikasikan secara luas.



