Belum Jadian Susah Move On? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya
Susah Move On Walau Tak Pernah Pacaran? Ini Penjelasannya

Banyak orang justru lebih sulit move on dari seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar menjadi pacar. Tidak ada putus cinta, tidak ada perpisahan resmi, tetapi perasaan tetap tertinggal, menggantung di antara harapan dan kenyataan. Psikolog klinis Sabrina Romanoff menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena seseorang cenderung jatuh cinta pada versi ideal, bukan realitas hubungan yang sebenarnya.

Ilusi Pasangan Sempurna

Menurut Romanoff, banyak orang mempertahankan ilusi bahwa orang tersebut adalah pasangan sempurna yang akan memberi akhir bahagia. Hal ini membuat mereka sulit melepaskan harapan meskipun tidak ada hubungan nyata.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai cinta bertepuk sebelah tangan. Tandanya meliputi terlalu sering memikirkan orang tersebut, membaca arti di balik setiap pesan kecil, hingga membayangkan skenario masa depan bersama.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kurangnya Closure Memperpanjang Proses Move On

Karena hubungan ini tidak pernah benar-benar terjadi, tidak ada closure atau penutup yang jelas. Akibatnya, pikiran terus berputar pada pertanyaan “bagaimana kalau dulu...” dan “seandainya saja...”, yang membuat proses move on jadi lebih lama.

Harapan juga memegang peran besar. Selama masih ada sedikit kemungkinan, sekecil apa pun itu, perasaan sering kali sulit benar-benar dilepaskan. Ditambah rasa takut menyesal, banyak orang akhirnya bertahan pada sesuatu yang sebenarnya tidak pasti.

Mengejar Sensasi, Bukan Orangnya

Romanoff juga menyebut bahwa sebagian orang sebenarnya lebih terikat pada proses pengejaran itu sendiri. “Kadang yang kita kejar bukan orangnya, tapi sensasi dari mengejar sesuatu yang tidak bisa dimiliki,” jelasnya.

Untuk bisa benar-benar move on, langkah pertama adalah menerima kenyataan bahwa hubungan tersebut mungkin tidak akan pernah terjadi. Setelah itu, penting untuk mulai menjaga jarak emosional, termasuk mengurangi komunikasi dan berhenti memantau media sosial orang tersebut.

Langkah Praktis untuk Move On

Mengisi waktu dengan aktivitas baru, membuka diri pada lingkungan sosial yang berbeda, serta fokus pada diri sendiri dapat membantu proses pemulihan. Dukungan dari teman atau keluarga juga berperan besar dalam mempercepat proses ini.

Semakin cepat seseorang berhenti menggantungkan diri pada “kemungkinan”, semakin cepat pula ruang itu bisa diisi oleh hubungan yang nyata dan sehat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga