Panjat Tembok, Buluk Curi 6 Laptop di SMAN Tangsel, Ditangkap Polsek Cisauk
Panjat Tembok, Buluk Curi 6 Laptop di SMAN Tangsel

Seorang pria berinisial BS alias Buluk (33) nekat mencuri enam unit laptop di SMAN 2 Tangerang Selatan (Tangsel) dengan cara memanjat tembok belakang sekolah. Pelaku berhasil ditangkap oleh jajaran Polsek Cisauk setelah sempat melarikan diri selama hampir tiga bulan.

Kronologi Pencurian Laptop di SMAN 2 Tangsel

Aksi pencurian tersebut terjadi pada 17 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan keterangan office boy (OB) sekolah, laptop yang berada di ruang kelas sudah hilang saat pagi hari. Saksi kemudian memeriksa rekaman CCTV dan melihat seorang pria masuk melalui jendela kelas yang tidak terkunci atau tidak tertutup rapat. Pelaku berhasil membawa kabur enam buah laptop yang ada di dalam ruangan.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi pada Kamis (9/7/2026). Ia menjelaskan bahwa pelaku bertindak sendirian dengan memanjat tembok belakang sekolah, kemudian berjalan menuju ruang kelas yang jendelanya tidak terkunci, lalu masuk dan mengambil laptop.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku Sempat Buron dan Berpindah Tempat

Setelah melakukan aksinya, BS alias Buluk sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. Polsek Cisauk melakukan rangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku. Pelaku ditangkap pada Selasa (7/7/2026) di Jalan Utama Karya, Setu, Tangerang Selatan.

"Pelaku mengakui perbuatannya mengambil enam buah laptop di SMAN 2 Tangerang Selatan. Pelaku melakukan perbuatan tersebut seorang diri dengan cara memanjat tembok belakang sekolah, kemudian berjalan ke ruang kelas yang jendelanya tidak terkunci selanjutnya masuk dan mengambil laptop," jelas AKP Dhady Arsya.

Barang Bukti dan Proses Hukum

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Cisauk dan ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari enam laptop yang dicuri, polisi baru berhasil menyita tiga unit. Tiga laptop lainnya telah dijual oleh pelaku. "Dari enam laptop kami baru menyita tiga, tiga lainnya dijual," imbuh Kapolsek.

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu keberadaan laptop yang sudah dijual serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Kasus ini menjadi peringatan bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

Imbauan Polisi

Kapolsek Cisauk mengimbau kepada masyarakat, khususnya pihak sekolah, untuk selalu memastikan pintu dan jendela ruangan terkunci dengan baik sebelum meninggalkan area sekolah. Selain itu, pemasangan CCTV di titik-titik strategis juga dinilai penting untuk mencegah dan membantu pengungkapan kasus pencurian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga