Insiden tak biasa terjadi di Kabupaten Bogor pada Sabtu (1/8/2026) malam. Seorang bocah laki-laki menyusup ke dalam bagasi mobil taksi online dan baru ketahuan setelah kendaraan itu tiba di Tajurhalang. Aksi bocah tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial, tepatnya pada Senin (3/8/2026).
Dalam rekaman yang beredar, tampak bocah itu diinterogasi oleh sopir taksi online dan sejumlah warga. Ia tampak tenang dan memperagakan bagaimana caranya masuk ke dalam bagasi. Peristiwa ini pun mengundang beragam komentar dari netizen yang melihatnya.
"Tadi gimana kamu masuknya? Terus? Kok tahu ya dia buka itu," tanya seorang warga dalam video tersebut, dilihat detikcom pada Senin (3/8/2026).
Video tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial dan grup aplikasi perpesanan. Banyak warganet yang mengaku heran dengan aksi nekat anak tersebut. Sebagian besar komentar menyoroti aspek keamanan dan pengawasan orang tua.
Kronologi Bocah Menyusup di Terminal Bojonggede
Menurut Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah, bocah tersebut mengaku ikut masuk saat taksi online berada di Terminal Bojonggede. Ia membuka bagasi dari luar lantas masuk ke dalamnya tanpa sepengetahuan sopir dan penumpang. Rupanya, anak itu tidak merasa takut dan berada di dalam bagasi selama perjalanan menuju Tajurhalang.
Setibanya di lokasi tujuan, sopir sempat kaget ketika mendapati bocah itu ikut keluar dari bagasi. Sopir bersama warga sekitar lalu mengamankan anak tersebut dan melaporkannya ke Polsek Tajurhalang. Mengetahui anak itu naik dari wilayah Bojonggede, polsek setempat membawanya ke Polsek Bojonggede untuk dipertemukan dengan keluarganya.
"Rupanya dia naik dari terminal Bojonggede, naik bagasi, ketahuannya di Tajurhalang, makanya dibawa ke sama Polsek Tajurhalang ke Bojonggede," kata Abdullah, Senin (3/8/2026).
Aksi Kabur Bocah dan Pertolongan Tukang Bubur
Namun, ketika proses penyerahan di Polsek Bojonggede, bocah itu justru melarikan diri. Anggota Polsek Tajurhalang yang masih di lokasi langsung mengejar anak tersebut. Dalam pengejaran, mereka dipertemukan dengan seorang tukang bubur yang kebetulan mengenali anak itu. Berkat bantuan sang tukang bubur, petugas akhirnya tahu di mana rumah bocah tersebut.
"Terus dikejar sama anggota Polsek Tajurhalang, ketemu sama tukang bubur di deket Polsek Bojonggede, tukang bubur itu tahu di mana rumah anak itu, diantar lah bareng-bareng ke rumahnya itu," jelas Abdullah.
Bocah itu kemudian diantar pulang ke rumahnya dengan pengawalan polisi. Ia diserahkan kepada orang tuanya tanpa ada laporan tindak pidana. Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan anak di bawah umur yang melakukan aksi berbahaya.
Peran Warga dan Tukang Bubur dalam Pengembalian Bocah
Kejadian ini nyaris berakhir dengan anak yang kabur tanpa diketahui rimbanya. Namun, peran seorang tukang bubur yang hafal lokasi rumah anak itu menjadi penentu. Ia tidak segan mengantar petugas langsung ke rumah orang tua bocah tersebut. Aksi tukang bubur itu pun mendapatkan apresiasi dari netizen yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Di sisi lain, insiden ini menjadi evaluasi bagi para sopir taksi online agar lebih waspada. Mereka diimbau untuk memastikan seluruh pintu, termasuk bagasi, dalam keadaan terkunci sebelum mengemudi. Terutama ketika kendaraan diparkir di tempat umum seperti terminal.
Kecamatan Bojonggede dan Tajurhalang merupakan dua wilayah dalam satu kabupaten yang sama, yakni Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terminal Bojonggede menjadi salah satu titik transportasi yang cukup ramai. Sementara Tajurhalang adalah kecamatan yang terletak tidak jauh dari kawasan tersebut. Akses antara kedua wilayah ini memungkinkan perjalanan taksi online dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Kejadian ini juga sempat menjadi bahan perbincangan di kalangan sopir taksi online. Beberapa sopir mengaku baru pertama kali mengalami atau mendengar kejadian seperti ini. Mereka pun berencana untuk lebih teliti memeriksa kendaraan sebelum mulai menarik penumpang.
Kesimpulan dan Imbauan
Kapolsek Bojonggede mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya dan memberikan pemahaman tentang keselamatan. Polisi juga meminta agar masyarakat tidak menirukan aksi berbahaya yang bisa membahayakan diri sendiri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari keluarga bocah tersebut. Namun, kejadian dalam kurun waktu dua hari ini menjadi viral dan menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak. Kejadian di Terminal Bojonggede dan Tajurhalang ini semoga tidak terulang di kemudian hari.



