Selebgram Sabrina Chairunnisa secara jujur mengakui bahwa perceraiannya dengan Deddy Corbuzier menjadi alasan utama dirinya berangkat ke Korea Selatan untuk mengikuti program summer school. Pengakuan ini disampaikan Sabrina dalam sebuah wawancara dengan Grace Tahier.
Proses Perceraian yang Tidak Mudah
Sabrina blak-blakan mengatakan bahwa proses bercerai dari Deddy Corbuzier bukanlah hal yang mudah, terutama mengingat lamanya mereka menjalin hubungan. Sabrina dan Deddy telah berpacaran selama sembilan tahun dan menikah selama lebih dari tiga tahun.
"Jadi sebenarnya yang aku paling takutin waktu itu ya, losing pattern," kata Sabrina di Grace Tahier. Ketakutan kehilangan pola hidup yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun menjadi beban psikologis tersendiri baginya.
Melarikan Diri ke Korea Selatan
Keputusan untuk mengikuti summer school di Korea Selatan diambil Sabrina sebagai bentuk pelarian dari situasi pasca-perceraian. Ia merasa perlu menyegarkan pikiran dan menjauh sejenak dari lingkungan yang penuh kenangan bersama Deddy.
"Aku butuh sesuatu yang baru, lingkungan baru, dan tantangan baru. Summer school di Korea Selatan menjadi pilihan yang tepat untuk memulai lagi," ujar Sabrina.
Dampak Psikologis Perceraian
Perceraian dengan Deddy Corbuzier, yang merupakan seorang mentalis terkenal, memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi Sabrina. Ia harus beradaptasi dengan kehidupan baru tanpa kehadiran Deddy setelah lebih dari satu dekade bersama.
"Kehilangan pattern itu berat. Kita sudah terbiasa dengan rutinitas, kebiasaan, dan kehadiran seseorang. Ketika itu hilang, rasanya seperti kehilangan arah," tambahnya.
Sabrina berharap dengan mengikuti summer school di Korea Selatan, ia bisa mendapatkan perspektif baru dan membangun kembali kehidupannya secara mandiri.



