Abdel Achrian Dijuluki 'Remaja Vintage' karena Konten Parodi Gen Z
Abdel Achrian Dijuluki 'Remaja Vintage' oleh Netizen

Komedian Abdel Achrian Dijuluki 'Remaja Vintage' oleh Netizen

Komedian terkenal Abdel Achrian kini mendapatkan julukan unik dari para pengguna internet, yaitu "remaja vintage". Julukan tersebut viral di media sosial setelah netizen memperhatikan pola konten yang ia buat di platform digital.

Konten yang Memadukan Gaya Gen Z dengan Keluhan Orangtua

Abdel Achrian diketahui sering membuat konten di media sosial yang meniru gaya bicara khas generasi Z atau Gen Z. Namun, konten-konten tersebut justru membahas berbagai keluhan dan masalah yang umum dialami oleh orangtua. Perpaduan unik inilah yang membuat netizen memberikan julukan "remaja vintage" kepada dirinya.

"Gue terinspirasi dari konten kreator anak muda namanya Andri Senopati, dengan gaya anak muda yang ngomongin masalah-masalah Gen Z. Nah, gue cuma modifikasi. Yang gue omongin cuma masalah-masalah orangtua," kata Abdel saat ditemui di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, pada hari Minggu tanggal 15 Februari 2026.

Asal-usul Ide Konten dari Inspirasi Kreator Muda

Abdel mengungkapkan bahwa ide untuk membuat konten dengan konsep tersebut berasal dari inspirasi seorang kreator muda bernama Andri Senopati. Ia melihat bagaimana Andri Senopati berhasil membuat konten yang membahas masalah-masalah generasi Z dengan gaya yang segar dan mudah diterima.

Dari situ, Abdel kemudian memodifikasi konsep tersebut dengan tetap mempertahankan gaya bicara Gen Z, namun mengganti topik pembahasan menjadi hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan orangtua. Modifikasi ini ternyata berhasil menarik perhatian banyak orang dan membuat kontennya menjadi viral.

Julukan "remaja vintage" sendiri muncul secara organik dari netizen yang merasa terhibur dengan konten Abdel. Mereka melihat bagaimana Abdel berhasil menyajikan keluhan orangtua dengan cara yang lucu dan relatable, meskipun menggunakan bahasa dan gaya yang biasanya identik dengan anak muda.

Konten-konten Abdel Achrian ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana generasi yang lebih tua dapat beradaptasi dengan tren digital tanpa kehilangan identitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi wadah yang efektif untuk menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif dan menghibur.