Makam yang Diinjak dalam Konten Viral Ternyata Hanya Properti Palsu
Kreator konten terkenal Mak Daster dan Inung Sia menjadi sorotan setelah dilaporkan ke pihak kepolisian karena konten video yang menampilkan adegan menginjak makam. Insiden yang memicu kontroversi luas di media sosial ini akhirnya terungkap fakta mengejutkan: makam yang menjadi objek konten tersebut ternyata hanyalah properti palsu yang sengaja dibuat untuk keperluan produksi.
Investigasi Polisi Membongkar Fakta
Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Fajri Amelia Putra segera melakukan pengecekan lapangan setelah menerima laporan masyarakat mengenai konten yang dianggap tidak pantas tersebut. Tim polisi mendatangi lokasi yang diklaim sebagai makam untuk memverifikasi keasliannya.
"Kami langsung mendatangi lokasi untuk memastikan apakah makam tersebut asli atau palsu. Kami melakukan pembongkaran dengan disaksikan oleh perangkat kecamatan, desa, serta konten kreatornya sendiri," jelas AKP Fajri Amelia Putra seperti dikutip dari laporan investigasi.
Struktur Makam Palsu Terungkap
Hasil pembongkaran yang dilakukan pihak berwajib membuktikan bahwa struktur yang dikira makam tersebut sebenarnya hanyalah properti konten yang kosong di bagian dalamnya. Pada kedalaman sekitar 1,5 meter, tim hanya menemukan pipa saluran air yang tidak memiliki hubungan dengan kuburan asli.
"Makam itu benar-benar kosong. Yang ada di kedalaman 1,5 meter hanyalah pipa saluran air. Jadi memang itu palsu, sebatas properti untuk konten saja," tegas AKP Fajri Amelia Putra dalam penjelasan resminya.
Penjelasan Kuasa Hukum Kreator Konten
Asep Muladi, kuasa hukum yang mewakili Mak Daster dan Inung Sia, menegaskan bahwa kliennya telah menyampaikan sebelumnya bahwa objek dalam konten tersebut bukanlah makam asli. Menurut penjelasan resmi yang disampaikan, struktur tersebut memang sengaja dibuat sebagai properti dengan fungsi tertentu.
"Sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa itu bukan makam asli. Bagian bawahnya kosong. Bahkan jika digali lebih dalam, yang ditemukan hanyalah saluran septic tank," ujar Asep Muladi dalam keterangan persnya.
Dampak Psikologis dan Keputusan Berhenti Berkonten
Polemik yang terjadi telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi psikologis kedua kreator konten tersebut. Mak Daster dilaporkan mengalami gangguan psikologis setelah orangtuanya mengetahui kontroversi ini, padahal sebelumnya keluarga tersebut berencana untuk melaksanakan ibadah umroh.
Sementara itu, Inung Sia yang masih berusia muda dikabarkan mengalami kebingungan dalam menghadapi situasi yang berkembang. Keduanya memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas pembuatan konten sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi diri.
"Untuk sementara mereka memutuskan berhenti membuat konten dulu. Jika ada unggahan baru, itu kemungkinan adalah video lama yang belum sempat dipublikasikan," tambah Asep Muladi menjelaskan keputusan kliennya.
Implikasi dan Pelajaran dari Insiden
Insiden ini menyoroti beberapa aspek penting dalam dunia konten kreator di Indonesia:
- Pentinya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi
- Kebutuhan edukasi mengenai batasan konten yang pantas
- Tanggung jawab sosial kreator konten terhadap audiens
- Peran masyarakat dalam melaporkan konten yang dianggap tidak pantas
Meskipun terbukti bahwa makam tersebut hanyalah properti palsu, insiden ini tetap memberikan pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan dalam industri konten digital mengenai pentingnya mempertimbangkan sensitivitas budaya dan norma sosial dalam setiap produksi konten.