Pengelola Lapangan Padel di Cilandak Batasi Jam Buka dan Pasang Peredam Suara
Lapangan Padel Cilandak Batasi Jam Buka dan Pasang Peredam

Pengelola Lapangan Padel di Cilandak Batasi Jam Operasional dan Janji Pasang Peredam Suara

Pengelola lapangan padel di Jalan Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, akan membatasi jam buka operasional dan memasang peredam suara sebagai respons atas keluhan bising dari warga sekitar. Langkah ini diumumkan setelah mediasi antara pengelola, warga, dan pihak kelurahan Gandaria Selatan.

Pembatasan Jam Operasional Selama Bulan Puasa

Fajar Ediputra, perwakilan dari PT Kreasi Arena Indonesia yang mengelola lapangan padel Fourthwall, menjelaskan bahwa jam operasional akan dibatasi selama bulan puasa. Lapangan akan buka dari pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, berbeda dari sebelumnya yang beroperasi dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB. Ini berarti pengurangan sekitar 50 persen dari jam operasional normal.

"Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami," kata Fajar kepada wartawan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Janji Pemasangan Peredam Suara

Selain pembatasan jam buka, pengelola juga berkomitmen untuk memasang peredam suara guna mengurangi kebisingan yang dikeluhkan warga. Mereka meminta waktu untuk proses pemasangan fasilitas tersebut.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar," jelas Fajar. Langkah ini diharapkan dapat meredam suara teriakan pemain dan bunyi bola yang sering terdengar hingga larut malam.

Latar Belakang Keluhan Warga

Keluhan bising berasal dari warga sekitar, salah satunya Naufal (27), yang mengaku terganggu oleh aktivitas lapangan padel. Dia menyebut suara bising kerap terdengar dari pagi hingga malam, dengan pemain yang terkadang masih bermain hingga pukul 22.00 WIB.

"Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka commit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main," ungkap Naufal.

Dalam mediasi, warga bahkan menuntut penghentian operasional secara total. "Kita minta tadi Fourthwall Padel untuk segera menghentikan seluruh aktivitas operasional. Terus kami berhak mendapatkan kembali ketenangan yang kami alami, keamanan, kenyamanan hidup kami seperti sebelum adanya Fourthwall Padel," kata Naufal.

Isu Perizinan dan Zonasi

Fajar menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi semua kebutuhan perizinan untuk operasional lapangan padel. Namun, masalah timbul karena zonasi bangunan yang berdampingan langsung dengan kawasan perumahan.

"Kalau mengikuti aturan sebenarnya di lapangan kami desibelnya masih 70 gitu. Cuman ini kan yang menjadi permasalahan adalah zonasi yang mana zonasi kami berdampingan langsung dengan zonasi rumah tinggal," ucapnya. Hal ini menyebabkan suara dari lapangan lebih mudah terdengar oleh warga sekitar.

Mediasi ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara, dengan pengelola berkomitmen untuk mengurangi dampak kebisingan melalui pembatasan jam operasional dan pemasangan peredam suara. Warga tetap waspada dan memantau pelaksanaan janji-janji tersebut untuk memastikan ketenangan hidup mereka kembali pulih.