LDC Perkuat Kesejahteraan 20 Ribu Petani Kopi dengan Pertanian Regeneratif
LDC Dukung 20 Ribu Petani Kopi Lewat Pertanian Regeneratif

LDC Perkuat Kesejahteraan 20 Ribu Petani Kopi dengan Pertanian Regeneratif

Louis Dreyfus Company (LDC) secara resmi memperkuat komitmennya dalam mendorong praktik pertanian regeneratif di Indonesia. Penguatan ini diumumkan dalam acara khusus yang digelar di Shangri-La Hotel Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari ambisi global perusahaan untuk memperluas praktik regeneratif di seluruh rantai pasok pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan yang semakin nyata.

Program Stronger Coffee Initiative Menjangkau Ribuan Petani

Program ini dijalankan melalui Stronger Coffee Initiative, yang secara strategis menggabungkan pelatihan agronomi, pendampingan teknis mendalam, serta kemitraan langsung di tingkat kebun. Hingga akhir tahun 2025, program tersebut telah berhasil menjangkau lebih dari 20.000 petani kopi di sejumlah sentra produksi utama, meliputi wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh. Pencapaian ini menandai langkah signifikan dalam transformasi sektor perkebunan kopi nasional.

Diva Tanzil, Regional Manager untuk Stronger Coffee Initiative di Asia, menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar inti yang mendasari praktik ini. "Tiga pilar tersebut adalah kesejahteraan petani, rendah karbon, dan pertanian regeneratif itu sendiri," ujarnya. "Kami bekerja sama erat dengan petani saat ini untuk memberikan teknik dan sistem yang tepat, karena kami menyadari bahwa petani di Indonesia sangat membutuhkan dukungan untuk menerapkan praktik-praktik pertanian regeneratif."

Diva menambahkan, "Pada dasarnya, petani membutuhkan teman sejati. Di kebun, mereka seringkali bekerja sendirian menghadapi berbagai tantangan, sehingga mereka benar-benar membutuhkan pendampingan yang nyata dan berkelanjutan." Upaya ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi, tetapi juga secara fundamental memperkuat kesejahteraan petani melalui sistem budidaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Sekolah Lapang dan Tim Pendampingan FAST

Untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara langsung dan maksimal, LDC mengembangkan Sekolah Lapang Petani (Farmer Field Schools) yang dirancang secara inklusif, termasuk memperhatikan kesetaraan gender. Melalui skema pendidikan lapangan ini, para petani memperoleh pengetahuan praktis yang aplikatif, mulai dari pengelolaan tanah yang sehat, teknik budidaya rendah karbon, hingga strategi produksi berkelanjutan yang dapat menekan biaya input secara signifikan.

Selain pelatihan, perusahaan juga membentuk Farmer Assistance and Support Team (FAST), yaitu tim teknis yang dipimpin oleh generasi muda lokal untuk memberikan pendampingan langsung di kebun. Pada tahun 2025, tim FAST telah berhasil mendukung 190 kebun kopi yang tersebar di lahan seluas 285 hektare. Model pendampingan intensif ini terbukti efektif membantu petani menerapkan praktik ramah lingkungan secara konkret, yang ditandai dengan komitmen 52 persen peserta untuk menghentikan penggunaan herbisida kimia secara bertahap.

"Dari LDC, kami bekerja sama dengan anak-anak muda. Saat ini, petani kopi khususnya sudah mulai senior dari sisi usia. Strategi kami adalah bagaimana caranya mengajak generasi yang lebih muda untuk kembali tertarik dan terlibat di kebun," jelas Diva mengenai upaya regenerasi sumber daya manusia di sektor ini.

Inovasi Agroforestri dan Teknologi Ramah Lingkungan

Komitmen jangka panjang LDC juga tercermin dari inisiatif agroforestri yang telah berjalan sejak tahun 2015. Perusahaan telah menanam sekitar 860.000 pohon untuk memperkuat sistem agroforestri dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah perkebunan kopi. Upaya restorasi ekologis ini berkontribusi besar pada pemulihan fungsi tanah, peningkatan kandungan bahan organik, serta menjaga stabilitas produksi kopi dalam jangka panjang.

Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia, mitra strategis dalam program ini, menyampaikan bahwa inovasi teknologi pada input pertanian di sektor perkebunan kopi mampu membantu petani menekan ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, tanpa harus mengorbankan produktivitas hasil panen. "Kami melakukan berbagai inovasi. Perusahaan kami fokus pada bagaimana menciptakan produk-produk yang dapat mengurangi penggunaan input-input kimia dalam pertanian, tetapi dengan hasil akhir yang tetap optimal," jelas Kukuh.

Hal ini sejalan dengan misi besar untuk membantu para petani dengan menyediakan solusi pertanian yang berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif, demi lingkungan yang lebih sehat serta penghidupan yang lebih sejahtera. Dengan pendekatan holistik yang mencakup pelatihan, pendampingan, dan inovasi teknologi, LDC bertekad untuk terus menjadi katalisator transformasi menuju pertanian kopi Indonesia yang lebih regeneratif dan berkeadilan.