Trump Kaji Pengerahan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal induk AS yang kedua, bersama dengan aset-aset militer tambahan lainnya, ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah ketegangan yang terus memanas dengan Iran, meskipun kedua pihak saat ini tengah terlibat dalam perundingan nuklir.
Peningkatan Tekanan Militer di Tengah Diplomasi
Seperti dilaporkan oleh media Al Arabiya dan Anadolu Agency pada Rabu, 11 Februari 2026, rencana pengerahan kapal induk kedua ini semakin meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Trump, dalam pernyataannya kepada media Axios, membenarkan bahwa pertimbangan tersebut sedang berlangsung. "Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul," ujarnya, menegaskan komitmen Washington untuk mencegah aksi militer yang lebih luas.
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menambahkan bahwa diskusi internal mengenai kelompok tempur kedua sedang berjalan. Kapal induk ini nantinya akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang saat ini telah ditempatkan di kawasan tersebut, memperkuat kehadiran militer AS di wilayah yang rawan konflik.
Pilihan Biner untuk Iran dan Ancaman Tindakan Keras
Trump menggambarkan situasi yang dihadapi Iran sebagai pilihan biner yang tegas. "Entah kita akan mencapai kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti terakhir kali," tegasnya, merujuk pada pengeboman AS pada Juni tahun lalu terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan Washington dalam menangani program nuklir Iran.
Meski demikian, Trump mengindikasikan bahwa dirinya mengantisipasi putaran kedua negosiasi dengan para pejabat Iran di masa depan. Dia mengklaim bahwa Teheran kini tampak lebih serius dalam keterlibatan perundingan dan sangat menginginkan tercapainya kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Evaluasi Trump terhadap Sikap Iran dan Optimisme Kesepakatan
Trump menilai bahwa sebelumnya Iran meremehkan kesediaan Washington untuk bertindak tegas. "Terakhir kali, mereka tidak percaya saya akan melakukannya. Mereka terlalu percaya diri," kata Trump, seperti dikutip oleh Channel 12 Israel. Evaluasi ini menunjukkan perubahan dinamika dalam hubungan kedua negara, di mana AS berusaha menegaskan posisinya sebagai kekuatan yang tidak ragu mengambil tindakan militer jika diperlukan.
Di sisi lain, Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan yang mencakup program nuklir Iran adalah "hal yang mudah" untuk dicapai. Dia juga menegaskan keyakinannya bahwa pembatasan kemampuan rudal balistik Teheran dapat diwujudkan melalui diplomasi. "Kita bisa mencapai kesepakatan yang hebat dengan Iran," tegasnya, menawarkan harapan bagi resolusi damai meski diwarnai ancaman militer.
Langkah pertimbangan pengerahan kapal induk kedua ini mencerminkan strategi AS yang menggabungkan tekanan militer dengan jalur diplomasi, dalam upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir sekaligus menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah yang rentan konflik.