Anggota DPR Kaisar Serahkan Bantuan Kapal untuk Regenerasi Nelayan Cilacap
Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra melakukan kunjungan daerah pemilihan ke Kabupaten Cilacap dengan agenda utama menyerahkan bantuan kapal kepada kelompok nelayan. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk silaturahmi dan penyerapan aspirasi masyarakat pesisir, khususnya dalam upaya mendorong regenerasi nelayan muda.
Dorongan untuk Profesi Nelayan
Dalam sambutannya, Kaisar menegaskan bahwa profesi nelayan bukanlah pekerjaan terbelakang. Ia menyatakan, "Nelayan dan petani adalah fondasi peradaban. Tanpa mereka, tidak ada ketahanan pangan dan keberlanjutan kehidupan. Profesi ini memiliki sejarah panjang, kehormatan, dan nilai strategis bagi bangsa." Kaisar menekankan pentingnya generasi muda menjaga dan mengelola laut secara produktif dan berkelanjutan.
Potensi Ekonomi Cilacap
Kaisar menyoroti posisi strategis Cilacap yang memiliki garis pantai terpanjang di selatan Pulau Jawa. Ia menegaskan, potensi geografis ini harus dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi daerah. Menurutnya, pemanfaatan tersebut dapat memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal, dengan perhatian serius pada akses permodalan, sarana tangkap, dan regenerasi nelayan muda.
Ia juga memaparkan data kontribusi sektor perikanan. Berdasarkan data Triwulan 2025, produksi di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap mencapai 38.540,64 ton dengan nilai Rp1,06 triliun, meningkat signifikan dari Rp788,4 miliar pada tahun 2024. Kaisar menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan potensi besar sektor bahari jika didukung teknologi, modal, dan modernisasi alat tangkap.
Apresiasi dari Komunitas Nelayan
Sekretaris KUB Jala Laut, Tasiwan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan anggota DPR RI ke Desa Jetis, Cilacap. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi harapan baru bagi nelayan kecil yang menghadapi berbagai kendala. "Alhamdulillah Mas Kaisar datang langsung mendengar aspirasi kami. Bantuan ini sangat membantu, terutama jika aspirasi nelayan kecil bisa sampai ke pemerintah pusat," ujar Tasiwan.
Ia menambahkan tantangan terbesar yang dihadapi nelayan saat ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, yang berdampak langsung pada penghasilan. Selain itu, persoalan bahan bakar dan keterbatasan modal juga menjadi perhatian utama.
Komitmen Berkelanjutan
Menutup kegiatan, Kaisar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi nelayan kecil di Cilacap. Ia berjanji memperjuangkan perhatian lebih serius dalam kebijakan nasional, terkait akses permodalan, subsidi energi, modernisasi alat tangkap, dan perlindungan terhadap risiko cuaca ekstrem. Menurutnya, keberpihakan kepada nelayan merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan maritim Indonesia.