Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan rencana pemerintah untuk membangun budi daya ikan di 40 ribu desa di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian protein nasional dan meningkatkan ekspor perikanan.
Rapat Koordinasi Terbatas di KKP
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas usai rapat koordinasi terbatas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta pejabat terkait di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam rapat tersebut, dibahas dua program utama: Kampung Nelayan Merah Putih dan pengembangan budi daya tematik di 40 ribu desa.
"Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, menyukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya," kata Zulhas, seperti dilansir Antara.
Fokus pada Swasembada Protein
Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah kini mengalihkan fokus pembangunan pangan dari swasembada karbohidrat menuju penguatan swasembada protein sebagai agenda strategis nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan, terutama ikan dan udang.
Program desa tematik budi daya ikan ini merupakan pekerjaan besar yang akan memperkuat kemandirian desa dalam memproduksi sumber protein sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurut Zulhas, pelaksanaan program memerlukan persiapan matang, sosialisasi menyeluruh, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Koordinasi Lintas Kementerian
Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Desa, serta berbagai instansi terkait lainnya. Zulhas menegaskan pemerintah akan mengawal pelaksanaan program secara menyeluruh agar mampu memberikan hasil optimal.
"Ini perlu dikoordinasi sehingga ini kita kawal betul agar sukses seperti kita mengawal program-program yang lain," ucap Zulhas.
Desa Tematik Tersebar, Bukan di Kawasan Kampung Nelayan
Zulhas menjelaskan bahwa desa tematik budi daya ikan tidak dibangun di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, melainkan tersebar di berbagai desa yang memiliki potensi pengembangan perikanan. Hal ini akan memperkuat kemandirian produksi protein nasional sekaligus meningkatkan kapasitas Indonesia dalam memenuhi permintaan pasar ekspor.
Ia mencontohkan tingginya permintaan ikan patin dari Arab Saudi yang belum dapat dipenuhi secara optimal karena keterbatasan kapasitas budi daya ikan di dalam negeri. Dengan adanya desa tematik, pemerintah dapat menyesuaikan jenis komoditas ikan berdasarkan kebutuhan pasar, didukung penyediaan benih dari jajaran teknis KKP.
Target Bertahap hingga 2029
Zulhas menegaskan bahwa program akan dimulai secepatnya agar manfaat ekonomi segera dirasakan masyarakat. "Ikan (yang akan dibudi daya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapkan bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya," tegasnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 40 ribu desa tematik budi daya ikan selesai secara bertahap hingga tahun 2029. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat swasembada protein dan meningkatkan ekspor perikanan Indonesia.



