Imlek 2026 Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp 9 Triliun, Diprediksi Meningkat Saat Idulfitri
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa libur perayaan Imlek 2026 di Jakarta telah menciptakan perputaran ekonomi yang mencapai angka fantastis, yakni Rp 9 triliun. Pernyataan ini disampaikan Rano saat melakukan monitoring di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Proyeksi Ekonomi Menguat di Ramadan dan Idulfitri
Rano Karno optimistis bahwa momentum ekonomi akan semakin menguat ketika memasuki periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H. Ia memprediksi nilai transaksi ekonomi di ibu kota berpotensi menembus angka Rp 20 triliun. "Masuk Ramadan menuju Idul Fitri, yakin saya di atas Rp 20 Triliun," tegas Rano.
Selain itu, Wagub DKI juga menyoroti adanya momentum perayaan Nyepi yang jatuh pada 8 Maret 2026. Menurutnya, perayaan tersebut diperkirakan kembali mendorong pergerakan ekonomi Jakarta, meski ia menekankan bahwa fokus Pemprov tidak semata-mata pada angka ekonomi.
Stabilitas Kota sebagai Prasyarat Utama
Rano Karno menegaskan bahwa stabilitas kota menjadi prasyarat utama agar perputaran ekonomi dapat terus tumbuh secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Jakarta untuk bersama-sama menjaga ibu kota dari berbagai aspek.
"Saya mohon, Pak Gubernur juga mohon, mari kita jaga Jakarta dari segala aspek. Kita jaga ekonomi, kita jaga ketertiban, kita jaga kebersihan, kita jaga keamanan, kita jaga kenyamanan," jelas Rano dalam seruannya.
Monitoring Perayaan Imlek di Klenteng
Sebelumnya, pada Selasa 17 Februari 2026, Rano Karno telah melakukan kunjungan monitoring ke Klenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin di Jalan Toapekong, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung dengan aman dan lancar.
Rano disambut hangat oleh umat Konghucu serta warga keturunan Tionghoa yang sedang menjalankan rangkaian ibadah. Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini juga menjadi bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Forum Kerukunan Umat Beragama sebagai Wadah Dialog
Wagub DKI menyebutkan bahwa Pemprov memiliki Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berfungsi sebagai ruang dialog lintas agama. Forum ini menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi serta memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh agama di Jakarta.
"Forum ini menjadi wadah bersama untuk menyalurkan aspirasi dan memberikan berbagai masukan. Selain itu, momentum ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan pengurus klenteng serta warga masyarakat dalam rangka merayakan Imlek tahun ini," ucap Rano.
Tema Imlek Sejalan dengan Visi Pembangunan Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno juga menyoroti tema perayaan Imlek 2577 Kongzili yang diusung oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), yaitu ‘Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan’.
Menurutnya, tema ini sejalan dengan agenda pembangunan DKI Jakarta yang menempatkan keadilan sosial sebagai fondasi kebijakan publik. "Pesan Imlek tahun ini sejalan dengan agenda pembangunan DKI Jakarta yang menempatkan keadilan sosial sebagai fondasi kebijakan publik," ungkap Rano.
Festival Imlek Jakarta 2026 sebagai Simbol Inklusivitas
Pemprov DKI Jakarta turut menghadirkan rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang digelar pada 12–17 Februari. Festival ini menjadi simbol inklusivitas Jakarta sebagai kota multikultural yang menghargai keberagaman.
"Kegiatan ini menjadi ruang inklusi yang menegaskan bahwa identitas dan budaya warga Tionghoa merupakan bagian tak terpisahkan dari Jakarta. Kontribusi masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan perkembangan kota ini," pungkas Rano Karno.