Bule Terganggu Tadarusan di Gili Trawangan Ancam Warga Pakai Parang
Bule Terganggu Tadarusan Ancam Warga Pakai Parang di Gili Trawangan

Insiden Ancam Parang oleh Wisatawan Asing di Gili Trawangan

Ketegangan kembali terjadi antara seorang perempuan warga negara asing (WNA) dan masyarakat setempat di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden ini merupakan kelanjutan dari keributan sebelumnya yang melibatkan perempuan asing tersebut.

Pengrusakan dan Pengambilan Ponsel

Sebelumnya, perempuan WNA itu telah mengamuk dan merusak peralatan mikrofon di sebuah musala saat warga sedang melaksanakan kegiatan tadarusan. Setelah aksi pengrusakan tersebut, ia kembali ke vila tempatnya menginap. Dalam kepergiannya, diduga ia membawa serta ponsel milik salah seorang warga setempat.

Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa sekitar pukul 00.30 Wita, sejumlah warga mendatangi vila tersebut dengan tujuan untuk mengambil kembali ponsel yang dibawa oleh perempuan asing itu. Namun, situasi justru kembali memanas dan tidak terkendali.

Ancaman dengan Dua Parang

"Kita minta stafnya buat gedor, akhirnya setelah 10 menit baru dia keluar, tapi ngancam bawa parang. Dia bilang 'what do you want' sambil dia acungkan parangnya," tutur Husni, seperti dilansir dari sumber berita.

Perempuan itu disebutkan membawa dua buah parang dan mengancam warga yang datang. Tidak hanya mengancam, ia bahkan mengejar warga yang berusaha mendekat untuk mengambil ponsel tersebut. "Dua (parang) dipakai ngancem warga itu sambil dia lari. Dia kejar warga, akhirnya kan beberapa warga takut. Padahal kan hanya mau ngambil HP yang dia ambil itu," tambah Husni.

Upaya Penanganan dan Pengamanan

Warga sempat berusaha untuk merebut senjata parang yang dibawa oleh perempuan WNA tersebut. Namun, upaya ini hanya berhasil mengamankan satu dari dua parang yang digunakan dalam ancaman. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, terutama mengingat Gili Trawangan merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya penanganan konflik yang tepat antara wisatawan dan penduduk lokal, serta perlunya koordinasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan wisata. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut hukum terhadap perempuan WNA tersebut.