Penyandang Disabilitas Psikososial Jombang Berdaya Lewat ATENSI
Penyandang disabilitas psikososial di Jombang, Jawa Timur, kini mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi setelah mengikuti program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang digagas Kementerian Sosial. Di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, terlihat aktivitas produksi telur asin, anyaman tas, dan sapu dari serabut kelapa yang dikerjakan oleh para penyandang disabilitas.
Kunjungan Fatma Saifullah Yusuf ke Poskeswa Mergo Waras
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, menyaksikan langsung kegiatan tersebut dalam agenda bakti sosial DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Ia mengunjungi Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras binaan Puskesmas Dukuhklopo dan Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito. Di tempat ini, penyandang disabilitas psikososial mendapatkan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha mandiri. Mereka disapa hangat sebagai 'para tersayang', akronim dari Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang.
"Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya," ujar Fatma. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada warga yang terabaikan karena kondisi kesehatan jiwa atau disabilitasnya. "Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat," tambahnya.
Bantuan ATENSI Rp82 Juta untuk 22 Penerima Manfaat
DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan ATENSI senilai total Rp82.496.521 kepada 22 penerima manfaat, terdiri dari 21 penyandang disabilitas dan satu kelompok rentan. Bantuan meliputi alat aksesibilitas berupa 2 unit kursi roda standar, 1 unit kursi roda adaptif untuk penyandang cerebral palsy, dan 4 unit sepeda adaptif. Selain itu, 15 penerima mendapat bantuan kewirausahaan berupa modal usaha untuk tambal ban, warung makan/kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel, jaranan, dan penjualan pakaian.
"Jangan pandang bantuan ini sebagai tujuan akhir. Jadikan ini pemantik semangat untuk terus melangkah menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup," pesan Fatma kepada para penerima manfaat. Kegiatan bakti sosial juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diakses sekitar 100 peserta, termasuk kader Posyandu.
Kolaborasi untuk Pemberdayaan Berkelanjutan
Kegiatan ini turut dihadiri Penasihat dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Pemkab Jombang, serta perwakilan Kemensos. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membuka ruang bagi kelompok rentan untuk bangkit dan berdaya.



