Mal Ramah Ojol: Citos dan PIM Favorit, Ini Alasannya
Mal Ramah Ojol: Citos dan PIM Favorit, Ini Alasannya

Hampir setiap hari, pesanan makanan online mengalir dari dapur-dapur restoran di pusat perbelanjaan Jakarta. Di balik cepatnya makanan sampai ke rumah pelanggan, ada pengemudi ojek online (ojol) yang hilir mudik keluar masuk mal sejak pagi hingga malam. Namun, tidak semua mal dianggap ramah bagi para pengemudi ojol. Hanya beberapa yang masuk daftar favorit.

Cilandak Town Square (Citos), Mal Favorit Pengemudi Ojol

Di mata para pengemudi, Cilandak Town Square atau yang lebih akrab disebut Citos menjadi salah satu mal yang paling nyaman. Subur (40), seorang pengemudi ojol, mengaku hampir tak pernah melewatkan hari tanpa singgah ke Citos. Dalam sehari, ia bisa lima kali keluar masuk mal itu untuk mengambil pesanan makanan. “Untuk Citos disediakan buat ojol parkiran, untuk restonya juga enak-enak sih,” kata Subur saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (15/5/2026). Fasilitas sederhana seperti area parkir khusus sudah cukup membuat mereka merasa dihargai.

Pondok Indah Mall (PIM) Juga Ramah Ojol

Pondok Indah Mall juga masuk kategori ramah ojol. Rizki (42), pengemudi ojol lainnya, mengaku kerap mengambil pesanan dari PIM 1. Meski harus berjalan cukup jauh di bawah terik matahari karena lokasi parkir ojol berada di ujung area mal, ia tetap merasa lebih nyaman dibanding parkir sembarangan. “Memang yang jadi kendala jaraknya saja sih, jauh,” ujar Rizki. Yang penting, kendaraannya aman dan tidak dipungut biaya parkir. Bahkan, ada petugas keamanan yang berjaga di area tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengalaman Berbeda di Mal Lain

Menurut Rizki, kondisi itu jauh lebih baik dibanding beberapa mal di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara yang belum menyediakan ruang khusus bagi pengemudi ojol. Di seberang PIM 1, tepatnya di sekitar PIM 2, sejumlah pengemudi ojol tampak berbaris di pinggir jalan sambil menunggu notifikasi pesanan.

Betah Mangkal di Sekitar PIM

Salah satunya Jaelani (44). Ia mengaku betah mangkal di sekitar PIM karena merasa lebih tenang bekerja. “Ini jadi titik penjemputan atau titik turun,” katanya. Menurut Jaelani, petugas keamanan di kawasan tersebut cenderung lebih ramah dan membantu mengatur titik penjemputan. Pengalaman itu berbeda dengan yang pernah ia alami di kawasan Senayan dan SCBD, di mana ia sempat beberapa kali cekcok dengan petugas keamanan. Karena itu, Jaelani kini lebih sering mencari order di kawasan Jakarta Selatan. Selain lebih nyaman, pesanan di sekitar PIM juga tergolong ramai atau “gacor”.

Harapan Pengemudi Ojol

Meski begitu, Jaelani berharap ke depan ada fasilitas tambahan seperti tempat berteduh atau colokan listrik gratis untuk mengisi daya ponsel. “Ya misalnya kayak charger HP, atau ada tempat berteduh gitu nantinya,” ujarnya. Di tengah ketatnya aturan di gedung-gedung tinggi Jakarta, para pengemudi ojol sebenarnya tidak berharap banyak. Bagi mereka, tempat parkir yang aman dan perlakuan yang ramah sudah cukup membuat pekerjaan terasa lebih tenang. Sebab, keramahan sebuah mal bukan hanya soal fasilitas, melainkan soal diberi ruang untuk bekerja tanpa dianggap mengganggu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga