Biaya Parkir Ojol di Mal Kini Dibebankan ke Konsumen, Begini Aturannya
Biaya Parkir Ojol di Mal Dibebankan ke Konsumen

Biaya parkir ojek online di pusat perbelanjaan kini menjadi beban tambahan bagi konsumen. Pengemudi ojol tidak segan meminta uang parkir kepada pemesan makanan, kecuali jika mal menyediakan parkir gratis khusus untuk mereka. Raynald, warga Jakarta Timur, sering mengeluarkan biaya ekstra saat memesan makanan melalui aplikasi ojol. "Biasanya setelah pesanan sampai, saya kasih uang parkir Rp 2.000," ujarnya. Uang parkir ini di luar ongkos kirim dan biasanya diberikan secara tunai atau melalui fitur tip di aplikasi.

Aturan Parkir Ojol: Tidak Tertulis, Namun Dipahami

Nanang, seorang pengemudi ojol, mengakui bahwa biaya parkir dibebankan kepada konsumen sebagai kompensasi agar pengemudi tidak rugi. Tidak ada aturan tertulis, tetapi sudah menjadi kebiasaan. Namun, ada oknum nakal yang memanfaatkan situasi dengan meminta biaya parkir padahal gratis. Akun mereka bisa diblokir oleh aplikasi. "Akun mereka dibanned," kata Nanang.

Konflik Akibat Parkir Ojol

Rizki, pengemudi ojol lainnya, sering bertemu konsumen yang enggan membayar parkir, yang berujung cekcok. "Bukan tidak mau membayar, tapi seringkali biaya parkir harus menombok sendiri. Biaya parkir menjadi tanggung jawab customer," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Shelter Khusus Ojol: Solusi dari Mal dan Aplikator

Beberapa mal di Jakarta Selatan, seperti Mal Kota Kasablanka, menyediakan shelter khusus ojol yang dilengkapi toilet, tempat duduk, stop kontak, dan air minum. Shelter ini dikelola oleh Grab dan dijaga oleh Nanang. Pengemudi wajib memakai atribut dan menunjukkan akun pesanan untuk menggunakan fasilitas ini. "Yang enggak ojol yang parkir di jalan diangkut semua," kata Nanang merujuk pada razia Dishub.

Kerja Sama dengan Pengelola Mal

Nanang dan komunitasnya menjalin komunikasi dengan pengelola mal untuk mengatasi masalah parkir. "Yang bisa ngelobi ke dalem misalkan ada masalah dia ngerti jalurnya," ujarnya. Pihak mal menyambut baik, meski shelter hanya untuk drop-off dan pick-up barang, bukan penumpang. Anton (56) mengaku sangat diuntungkan dengan shelter ini karena memberikan rasa aman bagi kendaraannya. "Sangat diuntungkan karena kita kalau di tempat lain parkir di luar mal, khawatir segala macam," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga