Pemkot Solo Minta Maaf ke Rio Haryanto Soal Dokumen Bocor, Pastikan Ada Sanksi Tegas
Pemerintah Kota Solo secara resmi meminta maaf kepada mantan pembalap Formula 1, Rio Haryanto, menyusul insiden kebocoran dokumen pribadi yang diumbar oleh seorang petugas kelurahan. Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BPKDM) Kota Solo, Beni Supartono, dalam pertemuan dengan Rio Haryanto pada Kamis, 19 Februari 2026.
Permintaan Maaf Langsung dan Komitmen Tindak Lanjut
Beni Supartono menjelaskan bahwa permintaan maaf tersebut mewakili pemerintah kota secara kedinasan. "Kami tadi sudah mewakili pemerintah kota, secara kedinasan kami tadi sudah sampaikan ke Mas Rio secara langsung, kami minta maaf berkaitan dengan kejadian ini," ujarnya, seperti dilaporkan oleh detikJateng. Permintaan maaf ini disambut dengan baik oleh Rio Haryanto, namun pihak mantan pembalap tersebut juga menekankan pentingnya kelanjutan proses sanksi terhadap pegawai yang bersangkutan, yang berinisial A.
Rio Haryanto secara tegas meminta agar sanksi disiplin terhadap pegawai tersebut tetap dilanjutkan untuk memastikan keadilan dan efek jera. Beni menegaskan bahwa kasus ini tidak akan berhenti hanya pada permintaan maaf. Pihak BPKDM berkomitmen untuk melanjutkan proses hukum dan pembinaan internal.
Proses Sanksi dan Sidang Kasus Tetap Berjalan
Beni memastikan bahwa proses sidang kasus dan hukuman disiplin (humdis) akan tetap dijalankan. "Artinya tidak berhenti hanya sekadar diberikan maaf saja, tapi prosesnya tetap berlanjut. Dan kami sepakati, kami komitmen terhadap itu bahwa untuk pembinaan dan menjadi efek jera terhadap pegawai yang bersangkutan juga kami tindak lanjuti dalam bentuk nanti sidang kasus dan dilanjutkan dengan humdis yang dia terima," jelasnya.
Insiden ini bermula ketika dokumen pribadi Rio Haryanto diumbar oleh petugas kelurahan di media sosial, yang memicu protes dari publik dan perhatian media. Pemerintah Kota Solo kini mengambil langkah responsif dengan meminta maaf dan menjamin tindakan tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.