Topan Bavi mendarat di Provinsi Zhejiang, China bagian timur, pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat. Meskipun telah melemah menjadi badai tropis, Bavi masih membawa hujan lebat dan angin kencang yang mengancam wilayah timur hingga utara China dalam beberapa hari ke depan.
Dampak di Wilayah Pesisir
Pada Minggu (12/7/2026), Bavi menghantam kawasan pesisir timur China dengan hujan deras dan angin kencang yang menerjang sejumlah kota padat penduduk. Kondisi ini menjadi ujian bagi kesiapan negara tersebut dalam menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
Pelepasan Energi dan Pergerakan Badai
Menurut Badan Meteorologi China, setelah mendarat, Bavi bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 20 km per jam. Intensitasnya terus menurun, namun masih mampu menghasilkan curah hujan hingga 100 mm di beberapa daerah. Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi provinsi Jiangsu, Anhui, dan Shandong.
Kesiapan dan Respons Pemerintah
Otoritas setempat telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat, termasuk evakuasi warga dari daerah rawan bencana. Pelabuhan dan bandara di Zhejiang sempat ditutup sementara untuk menghindari risiko kecelakaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar akibat badai ini.



