Topan Bavi Terjang Asia Timur dan Tenggara
Topan Bavi telah menyebabkan kerusakan parah di sejumlah negara Asia Timur dan Tenggara. Badai yang sempat berstatus super topan ini memicu tanah longsor mematikan di Filipina, melumpuhkan aktivitas di Jepang dan Taiwan, serta memaksa hampir dua juta warga China mengungsi.
Dampak di Filipina, Jepang, Taiwan, dan China
Saat bergerak melintasi kawasan Pasifik Barat, Bavi membawa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang berdampak luas. Di Filipina, tanah longsor akibat hujan deras menewaskan puluhan orang dan merusak ribuan rumah. Di Jepang, topan melumpuhkan transportasi dan listrik di Kepulauan Sakishima bagian selatan pada Sabtu (11/7/2026). Taiwan juga mengalami gangguan serupa dengan penerbangan dibatalkan dan peringatan banjir dikeluarkan. Sementara itu, China memerintahkan evakuasi massal hampir dua juta warga di provinsi pesisir untuk menghindari dampak terburuk.
Kerusakan dan Upaya Penanganan
Menurut Badan Meteorologi setempat, kecepatan angin Bavi mencapai 200 km/jam saat mencapai puncaknya. Pemerintah negara-negara terdampak telah mengerahkan tim penyelamat dan mendirikan pusat evakuasi. Di Filipina, operasi pencarian korban masih berlangsung. Jepang mengerahkan personel militer untuk membantu pemulihan. Taiwan mengaktifkan pusat darurat, dan China menyediakan pasokan logistik bagi para pengungsi.



