Sekolah Rakyat Mamuju Dikebut, Target Rampung Akhir Agustus
Sekolah Rakyat Mamuju Dikebut, Target Rampung Akhir Agustus

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terus dikebut dengan target tuntas akhir Agustus 2026. Hingga 2 Agustus lalu, progres fisik proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) itu telah mencapai 91,27 persen dari total target 95,98 persen. Kehadiran sekolah berasrama gratis ini disiapkan untuk mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengakui pembangunan tahap akhir masih dibayangi sejumlah kendala teknis. Namun ia optimistis proyek dapat rampung sesuai jadwal. "Memang kendalanya kemarin tanahnya keras, sehingga perlu waktu cukup lama untuk bikin fondasinya. Disamping ada beberapa kendala teknis lainnya. Ini lagi terus kita percepat. Mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah selesai," kata Dody usai meninjau lokasi, Senin (3/8).

Progres Fisik Capai 91,27 Persen

Dengan capaian tersebut, pekerjaan yang tersisa hanya sekitar 4,71 persen. Proyek ini melibatkan 1.621 tenaga kerja di lapangan. PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana terus mengoptimalkan sumber daya agar target selesai pada akhir Agustus tidak meleset.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Percepatan pembangunan ini penting karena Sekolah Rakyat Mamuju dijadwalkan beroperasi pada tahun ajaran baru. Kementerian PU berharap gedung-gedung sekolah, asrama, dan fasilitas pendukung lainnya sudah bisa dipakai untuk MPLS yang biasanya digelar di awal tahun ajaran.

Tantangan Tanah Berbatuan dan Metode Pre-Boring

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi tanah berbatuan di lokasi pembangunan. Tanah yang keras membuat pengerjaan fondasi berjalan lebih lambat dari rencana. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan metode pre-boring berbatu, yaitu teknik pengeboran awal dengan diameter lebih kecil sebelum pemasangan tiang pancang.

Metode ini bertujuan memecah lapisan tanah keras agar tiang pancang dapat dipasang secara aman tanpa mengalami kerusakan akibat benturan. Dengan teknik ini, kualitas dan ketahanan bangunan diharapkan tetap terjaga meskipun berada di atas tanah yang sulit. Langkah ini juga meminimalkan risiko kegagalan struktur di kemudian hari.

Menurut Dody, kendala tanah keras telah diantisipasi sejak awal. Namun, waktu pengerjaan fondasi memang lebih lama dibandingkan lokasi lain. "Untuk percepatan kita akan berkoordinasi lagi dengan TNI untuk menambah tenaga dan direksi BUMN Karya dalam hal ini PT Hutama Karya," ungkap Dody.

Koordinasi dengan TNI untuk Menambah Tenaga

Strategi percepatan yang dilakukan Kementerian PU tidak hanya mengandalkan metode konstruksi, tetapi juga menambah jumlah pekerja di lapangan. Koordinasi dengan TNI digalakkan guna memastikan tambahan tenaga kerja dapat segera dikerahkan. Dody berharap penambahan personel dapat memangkas waktu penyelesaian proyek yang sempat terhambat oleh kondisi tanah.

Penambahan tenaga kerja juga akan dibarengi dengan penguatan pengawasan dari jajaran direksi PT Hutama Karya. Dengan begitu, kualitas pekerjaan tetap terjaga dan proyek bisa selesai sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Fasilitas Lengkap untuk Pendidikan Berasrama

Sekolah Rakyat Mamuju berlokasi di Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 8,03 hektare dengan total luas bangunan mencapai 40.958 meter persegi. Sebagai sekolah berasrama, fasilitasnya dirancang untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus keseharian siswa di lingkungan sekolah.

Fasilitas yang tersedia di antaranya:

  • Gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA
  • Asrama siswa
  • Rumah susun guru
  • Gedung serbaguna
  • Tempat ibadah dan masjid
  • Guest house
  • Kantin dan dapur umum
  • Dua lapangan basket
  • Sistem pengawasan CCTV 24 jam

Seluruh fasilitas itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern bagi siswa. Keamanan menjadi prioritas, terutama karena siswa akan tinggal di asrama. Pemantauan melalui CCTV dilakukan selama 24 jam untuk mengawasi aktivitas di area sekolah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

MPLS dan Kesiapan Pemerintah Daerah

Menteri PU menjelaskan, pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat di berbagai daerah tidak berlangsung serentak. Jadwal tersebut menyesuaikan kesiapan masing-masing pemerintah daerah, baik dari sisi penerimaan siswa maupun ketersediaan tenaga pendidik. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan kementerian agar pelaksanaan MPLS bisa berjalan lancar.

Dengan existensi Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu di Mamuju dan sekitarnya dapat mengakses pendidikan gratis hingga jenjang SMA. Program ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Wujud Komitmen Infrastruktur untuk Pengentasan Kemiskinan

Pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mendukung peningkatan kualitas SDM. Proyek ini juga memperkuat upaya pemerintah menekan angka kemiskinan. Hal tersebut sejalan dengan visi PU608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung target pengentasan kemiskinan menuju 0 persen.

Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun infrastruktur pendidikan yang berkualitas. Selain memberikan manfaat langsung bagi warga Mamuju, program Sekolah Rakyat juga memperkuat pemerataan pendidikan di kawasan Indonesia timur yang masih membutuhkan perhatian lebih.