Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Halte Swadarma Paragon Corporation di Ulujami, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026). Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa masih ada enam lokasi halte Transjakarta lainnya yang akan ditawarkan untuk dikerjasamakan dengan pihak swasta.
“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Paragon meresmikan Halte Swadarma Paragon Corporation. Saya sudah melihat sendiri haltenya dibuatkan lift, dan liftnya dibuat customized karena memang kondisinya khusus. Fasilitas ini cukup banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada, rata-rata setiap hari hampir seribu orang lebih,” kata Pramono usai peresmian.
Fasilitas Ramah Disabilitas
Halte tersebut dilengkapi lift yang didesain khusus agar ramah bagi penyandang disabilitas. Pramono memastikan fasilitas tersebut akan tetap terawat karena dikelola bersama oleh Transjakarta dan Paragon. “Mengenai perawatan lift, tentunya karena ini di tempatnya Paragon dan berdampingan dengan kantornya Paragon, apalagi dikelola oleh Transjakarta, maka pasti terjaga,” ujarnya. “Masih ada enam tempat lagi yang akan kita minta untuk bisa dikerjasamakan,” sambungnya.
Creative Financing untuk Pembangunan Jakarta
Pramono mengatakan Pemprov DKI membuka ruang bagi dunia usaha untuk berkolaborasi membangun Jakarta. Menurutnya, pembangunan di Ibu Kota tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan anggaran pemerintah. “Mudah-mudahan bentuk kerja sama yang seperti ini menggambarkan bahwa Jakarta ini tidak bisa dibangun sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.
“Kita melakukan creative financing bekerja sama dengan swasta, salah satunya hari ini dengan Paragon. Ini menunjukkan baik itu RPTRA maupun halte terkelola sangat baik dan dimanfaatkan cukup baik oleh masyarakat yang ada di tempat ini,” sambungnya.
Contoh Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pramono menilai kolaborasi yang dilakukan bersama Paragon, termasuk pembangunan halte dan pengelolaan RPTRA, menjadi contoh kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta. Halte Swadarma Paragon Corporation diharapkan dapat melayani hampir seribu penumpang setiap harinya, dan model kemitraan ini akan diterapkan di enam halte lainnya.



