Pramono Anung Instruksikan Penutupan Sementara Jalan Berlubang di Seluruh Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengeluarkan perintah tegas kepada Dinas Bina Marga untuk melakukan penutupan sementara terhadap seluruh jalan berlubang di wilayah ibu kota. Instruksi ini dikeluarkan menyusul insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang menewaskan seorang pelajar SMK di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, 9 Februari 2026.
Kecelakaan Fatal yang Memicu Langkah Antisipasi
Korban yang bernama Aldi Suryaputra, siswa SMK Negeri 34 Jakarta, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam jalan berlubang dan licin di kawasan Matraman Raya. Berdasarkan hasil pemantauan melalui kamera pengintai, Pramono Anung menyatakan bahwa kondisi jalan yang buruk serta kecepatan kendaraan yang tinggi menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
"Agar hal serupa tidak terjadi kembali di Jakarta, saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga untuk menutup semua jalan-jalan yang berlubang walaupun bersifat temporer," tegas Pramono dalam pernyataannya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Penundaan Perbaikan Permanen Akibat Cuaca Ekstrem
Meskipun telah memerintahkan penutupan sementara, Gubernur mengakui bahwa perbaikan jalan secara permanen belum dapat segera dilakukan. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca di Jakarta yang masih tidak menentu dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan berlanjut hingga pertengahan Februari 2026.
"Walau pun diperkirakan sampai dengan tanggal 18-19 Februari curah hujannya masih tidak menentu, kadang-kadang tinggi," jelas Pramono mengenai kendala teknis yang dihadapi dalam proses perbaikan infrastruktur jalan.
Imbauan Keselamatan dan Tanggung Jawab Pemprov DKI
Dalam kesempatan yang sama, Pramono Anung juga mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan yang mengalami kerusakan. "Dan kami meminta untuk masyarakat berkali-kali diingatkan, mulai Dinas Kominfotik Jakarta sekarang ini memang ada beberapa ruas jalan yang berlubang dan itu mohon kehati-hatiannya," paparnya.
Menyikapi tragedi yang menimpa pelajar SMK tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah konkret dengan:
- Menanggung seluruh biaya perawatan medis di rumah sakit
- Menyiapkan fasilitas pemakaman di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan
- Memberikan pendampingan melalui Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan pihak sekolah
"Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta dan pemakaman disiapkan oleh Pemprov di TPU Menteng Pulo," jelas Pramono menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani konsekuensi dari kecelakaan tersebut.
Ekspresi Duka dan Komitmen Pencegahan
Sebelumnya, Gubernur telah menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Aldi Suryaputra. "Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ananda Aldi Surya Putra," ungkap Pramono dengan penuh empati.
Langkah penutupan sementara jalan berlubang ini merupakan respons cepat pemerintah daerah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Meskipun bersifat temporer, tindakan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi pengguna jalan di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil dan infrastruktur jalan yang memerlukan perhatian serius.