Pemkot Jakarta Timur Tetapkan Target Ambisius Perbaikan Jalan Rusak Tuntas 2026
Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) secara resmi menetapkan target penyelesaian seluruh perbaikan jalan yang rusak di wilayahnya pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kerusakan permukaan jalan akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa target ini menjadi prioritas utama untuk segera mengatasi kondisi jalan berlubang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. "Tahun ini, ditargetkan selesai perbaikan jalan-jalan yang berlubang agar segera ditangani, selesai semua," ujar Munjirin, seperti dilansir dari Antara, pada Senin 9 Februari 2026.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Penanganan Merata
Untuk mempercepat proses perbaikan, Pemkot Jaktim telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait. "Saya sudah mengumpulkan Suku Dinas Perhubungan, Bina Marga, serta camat dan lurah di wilayah Jakarta Timur yang memiliki jalan berlubang agar segera ditangani," jelas Munjirin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tidak ada wilayah tertentu yang diprioritaskan secara khusus. Seluruh ruas jalan yang rusak akan ditangani secara merata berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan. "Tidak, semuanya menjadi prioritas untuk diperbaiki," tegasnya.
Proses Bertahap dan Pengamanan Sementara
Penanganan jalan rusak ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Sebelum perbaikan permanen oleh Suku Dinas Bina Marga, jalan yang berlubang terlebih dahulu diamankan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas. "Sebelum dilaksanakan oleh Bina Marga, minimal diamankan dulu, dikasih tanda oleh Sudin Perhubungan," ucap Munjirin.
Pemasangan rambu dan tanda peringatan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, terutama pada malam hari atau saat hujan deras. Kebijakan ini bertujuan memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur dan menjamin keselamatan masyarakat di seluruh kecamatan di Jakarta Timur.
Optimisme Tinggi dan Peran Aktif Masyarakat
Pemkot Jaktim menyatakan optimisme yang tinggi dalam mencapai target penyelesaian ini. Munjirin mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi jalan melalui laporan dari kecamatan, kelurahan, serta pengamatan langsung di lapangan. "Koordinasi rutin dengan instansi terkait juga terus dilakukan agar proses perbaikan berjalan efektif dan tepat sasaran," kata dia.
Masyarakat juga diajak berperan aktif dengan melaporkan kondisi jalan rusak di lingkungan masing-masing. Harapannya, perbaikan infrastruktur jalan ini akan:
- Memperlancar mobilitas warga Jakarta Timur.
- Mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
- Membantu kegiatan ekonomi tetap optimal meski musim hujan masih berlangsung.
Dukungan Pemprov DKI Jakarta dan Penanganan Darurat
Dalam konteks yang lebih luas, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebelumnya telah memastikan bahwa ruas jalan rusak atau berlubang akibat curah hujan tinggi di ibu kota akan segera diperbaiki. "Bina Marga sudah dan akan terus bergerak tanpa instruksi. Pak Gubernur sudah memberi instruksi bahwa tidak perlu disuruh, ada jalan rusak, segera perbaiki," ujarnya saat meninjau perbaikan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 3 Februari 2026.
Untuk saat ini, perbaikan jalan masih bersifat sementara sebagai penanganan darurat di tengah musim hujan. Setelah kondisi cuaca membaik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan perbaikan lanjutan yang lebih permanen.
Selama musim hujan, penanganan darurat jalan rusak dilakukan melalui sistem cepat darurat dengan menggunakan material aspal instan (cold mix) yang dapat langsung diterapkan pada titik lubang atau keretakan. Data dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta menunjukkan:
- Penanganan jalan berlubang di seluruh wilayah DKI Jakarta pada tahap pertama (1 Januari hingga 26 Januari 2026) telah dilakukan di 6.381 titik.
- Pada tahap kedua (27 Januari hingga 2 Februari 2026), sebanyak 8.528 titik jalan telah ditangani sebagai bagian dari respons cepat terhadap kerusakan akibat hujan.
Dengan upaya terkoordinasi ini, diharapkan target perbaikan jalan rusak di Jakarta Timur dapat tercapai tepat waktu, mendukung keselamatan dan kenyamanan seluruh warga.