Program Optimasi Lahan Jambi 2025: Konstruksi Capai 81 Persen, Ditjen LIP Bantah Isu Ketidaksesuaian
Optimasi Lahan Jambi 2025: Konstruksi 81%, Ditjen LIP Bantah Isu

Program Optimasi Lahan Jambi 2025: Konstruksi Capai 81 Persen, Ditjen LIP Bantah Isu Ketidaksesuaian

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pelaksanaan Survei Investigasi dan Desain (SID) pada Program Optimasi Lahan (Oplah) Provinsi Jambi Tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan di masing-masing daerah. Penegasan ini disampaikan sebagai respons terhadap beredarnya konten yang mempertanyakan sinkronisasi pelaksanaan SID di wilayah Jambi.

Mekanisme Sesuai Kebutuhan Lapangan

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan SID di Jambi telah disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan serta melibatkan berbagai lembaga pendidikan tinggi sebagai pelaksana penyusunan SID. "Pelaksanaan SID di Jambi sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku di setiap daerah, meskipun karakteristik tiap wilayah berbeda. Di Jambi, SID dilaksanakan sesuai kebutuhan lapangan dengan mengikutsertakan universitas sebagai pelaksana," ujar Hermanto pada Minggu (8/2/2026).

Hermanto menambahkan bahwa secara nasional, pelaksanaan SID di Provinsi Jambi telah sejalan dengan kebijakan, program, dan kegiatan Ditjen LIP. Khususnya terkait fasilitasi SID yang diatur melalui petunjuk teknis (juknis) kegiatan Optimasi Lahan, baik untuk lahan rawa maupun nonrawa. "Ketentuan tersebut berlaku secara nasional dan menjadi acuan di seluruh daerah yang difasilitasi APBN," tegasnya.

Progres Konstruksi dan Olah Tanah

Secara rinci, Hermanto memaparkan bahwa Program Optimasi Lahan secara nasional menargetkan luasan hingga 500 ribu hektare. Sementara di Provinsi Jambi, progres pengerjaan konstruksi telah mencapai 81 persen dan kegiatan olah tanah mencapai 72 persen. Meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan kondisi wilayah, cuaca, dan curah hujan, progres di lapangan masih terus berjalan dengan baik.

Pemerintah memastikan bahwa Program Oplah ini mampu meningkatkan indeks pertanaman padi dari IP 100 menjadi IP 200, bahkan di sejumlah wilayah mencapai IP 300. Hal ini diharapkan berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas dan penguatan produksi padi nasional. "Capaian ini menunjukkan progres yang signifikan dalam mendorong peningkatan produktivitas padi melalui optimalisasi luas tanam," ungkap Hermanto.

Sinergi Pusat dan Daerah

Lebih lanjut, Hermanto menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Koordinasi dan konsolidasi teknis secara rutin yang melibatkan berbagai pihak menjadi kunci kelancaran pelaksanaan program.

  • Ditjen LIP
  • Dinas pertanian daerah
  • Pelaksana SID
  • Pelaksana konstruksi
  • Pengawas lapangan
  • Penyuluh
  • Petani

"Kita mendorong sinergitas pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar rutin melakukan koordinasi dan konsolidasi teknis yang melibatkan tim teknis yang sudah dibentuk melalui rakor dan forum lainnya," pungkas Hermanto.

Konfirmasi dari Pemerintah Daerah Jambi

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Jambi, Rumusdar, menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan SID di wilayahnya telah berjalan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian.

"Di Jambi, kami secara rutin melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk menyinkronkan kebijakan pusat dengan pelaksanaan di daerah. Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa pelaksanaan kegiatan SID optimasi lahan tidak sinkron," kata Rumusdar.

Rumusdar menambahkan bahwa pelaksanaan SID Oplah di Provinsi Jambi yang dikerjasamakan dengan sejumlah perguruan tinggi juga telah sesuai dengan ketentuan teknis SID Optimasi Lahan yang berlaku secara nasional. "Ketentuan tersebut berlaku secara nasional dan menjadi acuan bagi seluruh daerah, termasuk Jambi. Kami hanya menjalankan apa yang sudah ditetapkan pusat," jelasnya.

Dengan demikian, baik pemerintah pusat maupun daerah menyatakan komitmen untuk memastikan Program Optimasi Lahan Jambi 2025 berjalan optimal, mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional.