Pemadaman Listrik di Surabaya: Lalu Lintas Kacau, Palang Pintu Kereta Mati
Pemadaman Listrik di Surabaya: Lalu Lintas Kacau, Palang Kereta Mati

Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Surabaya, Jawa Timur, sejak Kamis (18/6) hingga Jumat (19/6) telah memicu kekacauan lalu lintas di berbagai titik kota. Dampaknya mulai dari matinya beberapa traffic light hingga lumpuhnya palang pintu perlintasan kereta api secara otomatis.

Palang Pintu Kereta Tidak Berfungsi

Dua palang pintu kereta di perlintasan sebidang Kota Surabaya sempat tidak berfungsi akibat gangguan pasokan listrik PLN pada Kamis (18/6). Kedua lokasi yang terdampak adalah JPL 1 Mayangkara dan JPL 17 Jagir. Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa pihaknya segera mengambil langkah antisipatif setelah sistem palang pintu otomatis mati.

“KAI Daop 8 Surabaya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menambah personel pengamanan di lokasi dan memasang rambu STOP secara manual. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, waspada, serta mendahulukan perjalanan kereta api baik saat berfungsi maupun tidak berfungsinya palang pintu kereta api,” kata Mahendro pada Jumat (19/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Petugas keamanan disiagakan di kedua perlintasan untuk mengatur lalu lintas secara manual dan memastikan keselamatan pengguna jalan saat kereta melintas. Mahendro memastikan bahwa saat ini pasokan listrik telah kembali normal dan sistem palang pintu dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Traffic Light Padam di Tujuh Simpang

Dampak pemadaman meluas ke jaringan traffic light di Surabaya. Pada Jumat (19/6), tujuh simpang lampu lalu lintas padam bersamaan. Petugas Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dishub Surabaya, Abi Dwi Septianto, mengakui bahwa kondisi tersebut membuat petugas kewalahan. Ketujuh titik yang terdampak adalah ID 126 Balongsari - Tandes, ID 15 Pucang Anom - Pucang Anom Timur, ID 6 Diponegoro - Kartini, ID 11 Bubutan - Tembaan, ID 46 MERR - Kampus C, ID 124 Menganti - Driyorejo, dan ID 125 Lakarsantri - Made.

“Baru tiga yang bisa kita genset, karena keterbatasan personel dan genset. Padamnya bersamaan jadi kewalahan,” kata Abi. Ia menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menerima pemberitahuan dari PLN soal potensi gangguan, namun PLN tidak merinci wilayah mana saja yang akan terdampak. “Yang sudah menghubungi dari PLN Surabaya Utara saja. Tidak ada kepastian dari PLN berapa lama durasi gangguannya,” ujarnya.

Kemacetan Parah di Jalan Kenjeran

Dampak traffic light mati juga sempat dirasakan warga. Perempatan Jalan Kenjeran yang menghubungkan Jalan Putro Agung dan Jalan Kedung Cowek menjadi salah satu titik terparah dan ramai dibicarakan di media sosial pada Kamis (18/6). Ali Topan, warga Bulak Rukem, Kecamatan Bulak, yang ikut terjebak kemacetan menceritakan pengalamannya. Sejak pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan sudah tampak mengular di Jalan Kedung Cowek.

“Pikiran saya macet karena arus lalu lintas, setelah saya cek ternyata lampu lalu lintasnya mati. Sehingga arus lalu lintas semrawut, mulai Jalan Kedung Cowek hingga Jalan Kenjeran,” kata Ali. Kemacetan bahkan masih berlangsung saat Ali hendak pulang pukul 17.10 WIB. Perjalanan yang biasanya hanya 10 menit berubah menjadi hampir satu jam. “Aku balik dari rumah orang tua itu pukul 17.10 WIB, kondisi dari arah Jembatan Suramadu ke Surabaya macet total. Selain lampu lalu lintas mati, ada truk mogok juga,” ujarnya.

PLN Lakukan Manajemen Beban

Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Dana Puspita Sari, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan manajemen beban. Diketahui, puluhan kawasan permukiman dan perkotaan di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dilanda pemadaman listrik bergilir beberapa hari terakhir, termasuk pada Jumat (19/6). PLN menyebut gangguan ini dipicu kendala teknis pada pembangkit yang menyebabkan turunnya kapasitas suplai listrik ke wilayah-wilayah tersebut.

Setidaknya 19 lokasi terdampak tersebar di tiga daerah pada hari ini. Di Surabaya, pemadaman melanda Simo Kwagean, Kebraon, Pakis Tirtosari, Kedondong, Lidah Wetan, GSI, Rungkut Mejoyo Selatan, Greges Jaya, Babatan Indah, Kedurus, Bintang Diponggo, Jambangan, Karangpilang, Pahlawan, Kutisari, dan Dukuh Kupang. Sementara di Sidoarjo terdampak kawasan Pepelegi Indah dan Sekardangan, sedangkan di Gresik meliputi Kota Baru Driyorejo dan Kartini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Dana Puspita Sari, membenarkan adanya gangguan tersebut melalui pernyataan resmi. “PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” kata Dana.

Sebagai respons atas gangguan itu, PLN menerapkan skema manajemen beban untuk mencegah dampak yang lebih luas. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan. “Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” kata Dana.

PLN belum merinci pembangkit mana yang mengalami gangguan maupun perkiraan waktu pemulihan secara konkret. Dana hanya menyebut proses penanganan masih terus berlangsung dan melibatkan koordinasi lintas pihak. “PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga. Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan,” tambah Dana.